Breaking News:

Internasional

500 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas

Lebih dari 500 orang tewas akibat gelombang panas yang menerjang Spanyol dalam sepuluh hari belakangan

Editor: bakri
ANTARA/REUTERS/FABRIZIO BENSCH
Warga menyejukkan diri di sebuah air mancur saat menghadapi gelombang panas di Berlin, Jerman, Selasa (19/7/2022). 

MADRID - Lebih dari 500 orang tewas akibat gelombang panas yang menerjang Spanyol dalam sepuluh hari belakangan.

Suhu yang tingggi ini juga memicu kebakaran di berbagai negara Eropa.

"Saat gelombang panas menerpa, lebih dari 500 orang tewas karena suhu tinggi tersebut, berdasarkan data statistik," kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, seperti dikutip AFP.

Sanchez merujuk pada perkiraan institut kesehatan masyarakat terkait dengan tingkat kematian berlebih.

Ia tak menjabarkan lebih lanjut jumlah pasti kematian akibat gelombang panas ini.

Namun sebelumnya, Institut Kesehatan Carlos III Spanyol memperkirakan total kematian akibat gelombang panas mencapai 510 kasus.

Tak hanya itu, kebakaran hutan juga melanda beberapa wilayah Spanyol, khususnya Castile, Leon, dan Galicia.

Hutan di Yunani dan Prancis pun berkobar.

Baca juga: Gelombang Panas Hantam Eropa Bunuh Ratusan Penduduk

Baca juga: Kebakaran Hutan Kepung Prancis dan Spanyol saat Gelombang Panas Landa Eropa

Kebakaran ini menyebabkan layanan kereta api di antara Madrid dan Galicia, Spanyol, harus ditangguhkan.

Sementara itu, gelombang panas juga menerjang sejumlah negara lain di Eropa, seperti Portugal, Italia, Prancis, dan Inggris.

Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di Prancis mengeluhkan gelombang panas yang memicu kekacauan jadwal transportasi umum, seperti kereta hingga bus.

Diah Jayengrana Bordes, seorang WNI yang menetap di Kota Paris, Prancis, bercerita bahwa gelombang panas memicu kekacauan jadwal kereta hingga membuat repot.

Ia mengatakan kepada CNNIndonesia.com bahwa jadwal kereta kacau karena sejumlah penyesuaian setelah beberapa rel berubah bentuk akibat panas yang terlalu tinggi.

"Jadwal subway [kereta bawah tanah] itu enggak terlalu banyak berubah jadwalnya karena itu di dalam kota saja.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved