Breaking News:

Info Aceh Besar

Angka Kesembuhan PMK di Aceh Besar Capai 51,7 % , Jumlah Ternak Terindikasi Sebanyak 7 Ribu Ekor

Ditargetkan, dalam beberapa hari ini, angka kesembuhan semakin tinggi dan signifikan hingga mencapai 75%.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Petugas melakukan vaksinasi terhadap ternak agar terbebas dari wabah PMK di Aceh Besar. 

Laporan Muhammad Nasir I Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, SP mengatakan, hingga Kamis (21/7/2022), angka kesembuhan ternak yang sempat terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Aceh Besar sudah mencapai 51,774 persen.

Sedangkan hewan ternak yang sempat terindikasi PMK berdasarkan gejala klinis, mencapai 7.104 ekor.

Menyikapi hal tersebut, pihak Dinas Pertanian Aceh Besar bersama petugas terkait terus aktif mensosialisasikan dan melakukan disinfektan guna penanganan PMK.

"Berkat dukungan semua pihak, termasuk Muspika, petugas kesehatan hewan, dokter hewan, dan stakeholder lainnya, angka kesembuhan terus meningkat," terang Jakfar, SP didampingi Kabid Peternakan, Firdaus, SP.

Bahkan, dua hari lalu, Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM bersama Kadis Peternakan Provinsi, Forkopimda, dan Muspika terjun langsung ke lapangan sebagai upaya penanganan PMK.

Ditargetkan, dalam beberapa hari ini, angka kesembuhan semakin tinggi dan signifikan hingga mencapai 75 % .

Baca juga: Nagan Raya Terima 1.000 Dosis Vaksin PMK Ternak, Peruntukan Khusus bagi Hewan yang Sehat

Jakfar menambahkan, sesuai data dari petugas di lapangan, ternak yang terindikasi PMK berdasarkan gejala klinis tersebar pada 20 kecamatan dan 341 gampong di Aceh Besar  mencapai 7.104 ekor ternak, yang didominasi sapi, dan hanya sebagian kecil menyerang ternak kerbau.

Kerja keras petugas kesehatan hewan, dokter hewan, dan unsur terkait lainnya, jelas Jakfar, sangat membantu penambahan angka kesembuhan.

Kadistan Aceh Besar juga mengimbau peternak yang hewan piaraannya bergejala PMK agar segera menghubungi petugas dari Distan, pihak kesehatan hewan, dan dokter hewan yang berposko dekat kantor camat.

Selama ini, mereka sangat aktif membantu peternak yang membutuhkan bantuan penanganan dari PMK, termasuk diobati maupun kandangnya di-disinfektan.

Menurut Jakfar, kasus pertama PMK di Aceh Besar dialami peternak di Kecamatan Lhoknga pada 20 Mei 2022.

Begitu mendapat informasi tersebut, petugas dari Dinas Pertanian Aceh Besar dan unsur terkait segera mencarikan solusi dan penanganan untuk membantu peternak.

Baca juga: Cegah PMK, Distan Mulai Vaksinasi Ternak Warga di Aceh Jaya

"Alhamdulillah, semua sangat concern dan peduli dalam penanganan PMK ini," ucapnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved