Berita Banda Aceh

Pedagang Pasar Aceh Lama Minta Pj Wali Kota Bangun Gedung Baru, Begini Tanggapan Bakri Siddiq

Tadi, Bakri Siddiq dan rombongan berkunjung ke Pasar Aceh Shoping Center (PAS) lama dan Pasar Terpadu Al Mahirah Lamdingin, Banda Aceh.

Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Pj Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq, dan rombongan berkunjung ke Pasar Al Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, Kamis (21/7/2022) 

Tanggapan Pj Wali Kota

Menanggapi hal ini, Bakri Siddiq, mengatakan kedatangan mereka untuk melihat suasana dan kondisi pasar yang ada di seluruh Kota Banda Aceh.

Masalah satu lokasi pasar dengan lokasi pasar lainnya, kata Pj Wali Kota Banda Aceh ini berbeda-beba.

"Misalnya Pasar Seutui, yang telah kita tinjau, pada hari Rabu (20/7) kemarin, bangunan pasarnya baru dan bagus.

Tapi kebersihan dan penataan parkir kendaraannya belum teratur dan rapi, sehingga jumlah pengunjung hariannya kurang ramai ke pasar tersebut," kata Pj Wali Kota

selanjutnya Pasar Peuniti, gedung dan tempat pasarnya bagus dan lapangan parkirnya luas, tapi menurut pedagang kelontong yang berjualan di pasar itu, pengunjungnya belum ramai.

Pj Wali Kota mengatakan setiap masukan dan usul di semua pasar di Banda Aceh itu akan mereka jadikan bahan dalam rapat dengan SKPK untuk diatasi. 

Misalnya PAS lama, pedagangnya minta dibangun gedung baru.

Sedangkan Info dari Asisten II Setda Kota, Jalaluddin, tanah PAS lama itu milik Pemko, sedangkan bangunannya dibangun oleh sebuah perusahaan lokal dengan masa pakai 30 tahun.

Masa pakaianya sudah habis otomatis gedungnya sudaha milik pemko.

"Masalahnya sekarang kalau mau dibangun baru, kita harus mencari investor yang baru. Kemudian, pedagang yang masih berjulan direlokasi kemana sementara," kata Bakri. 

Untuk melakukannya, kata Bakri Siddiq, perlu kajian dan analisa cerdas.

"Ini bukan pekerjaan gampang, melainkan susah, terutama merelokasi pedagang yang masih berjulan di lantai I ke lokasi mana mereka dipindahkan sementara.

Semua masalah, pasti ada solusinya, namun begitu diperlukan perencanaan yang matang untuk melaksanakannya, terutama yang terkait pelayanan publik.

Menata kota itu, tugas cukup berat,” ujar Bakri Siddiq. (*)        

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved