Berita Banda Aceh
Alhamdulillah Minat Masyarakat Perbatasan Masuk Islam Terus Meningkat
Hingga saat ini mualaf yang sudah menyelesaikan pembinaan mencapai 60 orang dari segala usia, dan mayoritas usia muda.
SERAMBINEWS.COM - Forum Dakwah Perbatasan bekerjasama dengan Dewan Dakwah melakukan pembinaan mualaf di Markas Dewan Dakwah Aceh, telah dimulai sejak maret 2021.
Hingga saat ini mualaf yang sudah menyelesaikan pembinaan mencapai 60 orang dari segala usia, dan mayoritas usia muda.
Setiap Angkatan dibatasi hingga lima belas orang saja dengan pertimbangan efektifitas pembinaan.
Menurut informasi dari Muchlis Pohan aktifis Dakwah FDP dan pengusaha kebun sawit di Subussalam, peminat untuk ikut pembinaan sangat tinggi, tapi karena alasan perkerjaan para mualaf dan keterbatasan FDP dalam pelaksanaan berkaitan dengan fasilitas tampung maka pembinaan masih dalam skala kecil.
Menurut Daniel Rinanda SE yang menyelesaikan SI jurusan Perbankan Syariah, ustaz yang langsung menangani para mualaf mulai dari kedatangan hingga mereka diberangkatkan kembali ke daerah asal, motif para mualaf masuk Islam sangat berfariasi, mulai dari alasan perkawinan, tertarik pada kawan atau anggota keluarga yang sudah Islam dan menjalani hidup lebih tenang, dan lebih dominan adalah faktor lingkungan yang menginspirasi untuk masuk Islam.
Baca juga: FDP Kembali Sekolahkan 70 Anak Perbatasan ke Pesantren dan Perguruan Tinggi
Ada juga yang awalnya hanya karena ingin menikah lalu dibina untuk satu minggu saja, namun setelah melewati proses pembinaan tersebut malah ingin melanjutkan hingga selesai selama satu bulan setengah.
Daniel ustaz muda yang sangat menikmati sebagai Pembina mualaf, mengatakan banyak diantara para mualaf berurai air mata ketika harus pulang ke tempat asal, mereka haus untuk menyempurnakan ilmu keislamannya.
Diantara alumni yang sangat berkesan dan mengispirasi banyak para non muslim lain, ingin masuk islam.
Seorang pedagang di Subussalam yang sebelumnya tidak bisa tidur di awal-awal malam, ia hanya bisa tidur menjelang pagi dan bangun tengah hari, mata selalu merah, karena mabuk dan jaga malam.
Namun setelah ia masuk Islam ia dapat tidur nyenyak di awal malam dan bangun sebelum subuh.
Di kampungnya ia aktif mendakwahkan Islam kepada tetangganya, bahkan mengunjungi rumah-rumah muslim untuk mengajak shalat jamaah di masjid, dia dengan anaknya aktif memakmurkan masjid.
Baca juga: VIDEO Forum Dakwah Perbatasan Tebar 52 Hewan Kurban di Pedalaman Aceh-SUMUT
Dr. Abizal Muhammad Yati Lc, MA Sekjen Forum Dakwah Perbatasan menganalisa sesuai informasi dari lapangan; banyak menjadi mualaf karena peran para dai pedalaman dan perbatasan.
Para dai sangat berperan dalam menjelaskan Islam kepada masyarakat awam yang kebanyakan tidak perduli dengan urusan agama.
Ada sebagian termotivasi masuk Islam setelah melihat kerabatnya mendapat perhatian khusus dari Forum Dakwah Perbatasan.
Misalnya Nemanduru pekerja kebun sawit asal Nias, ia termotifasi masuk Islam karena melihat umat Islam selalu bersih saat mau beribadah, menjaga soal makan dan pakaian, dan setelah menyelesaikan pembinaan di kelas khusus mualaf merasa hidup lebih tenang dan bahagia.
Nemanduru sudah tahu jalan menjadi orang yang bersih dalam segala hal.
Daniel menambahkan bagian paling sulit dalam pembinaan mualaf adalah mengubah prilaku dan kebiasaan hidup mereka.
Seperti disiplin untuk shalat, kebiasaan hidup bersih, jadwal tidur dan bangun. Kebersihan diri. Namun jadi menakjubkan pula, ada mualaf remaja Bertus Sihontang bisa baca quran hanya dalam dua pekan masa belajar, dan dapat menghafalkan surah al fatihah dan beberapa surat pendek dengan baik.
Realita lapangan yang membuat para penggiat dakwah perbatasan kian bersemangat dalam melakukan aktifitas.
Teuku Azhar Ibrahim Lc, selaku Program Koordinator di Forum Dakwah Perbatasan, mengatakan; untuk kelangsungan program tersebut perlu kerjasama semua pihak dari kalangan umat Islam, baik individu dan Lembaga untuk kelanjutan dakwah di perbatasan dan pedalaman.
Baca juga: Dewan Dakwah Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan Bina 15 Mualaf
Pekerjaam besar ini harus melibatkan banyak tangan-tangan kuat, dan ide-ide cermerlang.
Sementara dr. Nurkhalis Sp.JP, FIHA, FAsCC ahli jantung yang menakhodai Forum Dakwah Perbatasan bertekad untuk terus memperkuat dan memperluas jangkau dakwah, mulai dari mengirim dai, menyekolahkan anak perbatasan hingga pendapingan ekonomi.
Dan yang jadi fokus saat ini membangun Mualaf center di Ujung Pancu Banda Aceh dan Lawe Lonin Aceh Tenggara, nantinya akan dijadikan sentral pembinaan mualaf dan Pendidikan anak-anak pedalaman.
Lagi-lagi tekad tersebut butuh dukungan segenap lapisan umat Islam dimana saja berada untuk menyambut trend mualaf yang terus meningkat, dan dunia pun saat ini sedang mengalami pertumbuhan jumlah umat Islam sangat signifikan.
Keputusan kembali kepada individu muslim, melibatkan diri atau berdiam diri.
Baca juga: VIDEO POPULER BAHASA ACEH Linto Afrika, Atlet Gayo di MMA, Ureng Lake Sedekah u Lhokseumawe
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Minat-Masyarakat-Perbatasan-Masuk-Islam-Kian-Meningkat.jpg)