Breaking News:

UMKM

Bantu Pengusaha Makanan Ringan di Aceh Besar, Tim Teknik Kimia USK Perkenalkan Alat Peniris Minyak

Ada permasalahan pada produk keripik yang dihasilkan di sana. Di antaranya keripik tersebut tidak bisa tahan lama dan sering berbau...

Editor: Eddy Fitriadi
Dok Teknik Kimia USK
Tim Teknik Kimia USK. Bantu Pengusaha Makanan Ringan di Aceh Besar, Tim Teknik Kimia USK Perkenalkan Alat Peniris Minyak. 

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Tim dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) kepada kelompok usaha makanan ringan di Desa Aneuk Batee, Aceh Besar, Minggu (24/7/2022).

Tim terdiri dari Dr Ir Cut Meurah Rosnelly MT, Prof Dr Ir Sri Mulyati ST MT, dan Suparno SE MSi Ak.

Kegiatan pengabdian ini lebih memfokuskan pada pengenalan alat peniris minyak untuk meningkatkan produktifitas usaha pada kelompok usaha makanan ringan di sana.

Untuk diketahui, kelompok usaha di Desa Aneuk Batee, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar telah memproduksi makanan ringan seperti keripik pisang, keripik ubi, keripik kentang dan lainnya.

Kelompok usaha tersebut didominasi oleh para ibu dan kaum remaja putri sebagai anggota kelompok usaha.

Ketua Pengabdi, Cut Meurah Rosnelly mengatakan, ada permasalahan pada produk keripik yang dihasilkan di sana.

Di antaranya keripik tersebut tidak bisa tahan lama dan sering berbau tengik bila terlalu lama.

“Hal ini disebabkan karena proses penirisan yang tidak sempurna, produk keripik masih banyak kandungan minyaknya. Proses penirisan minyak yang dilakukan selama ini hanya menggunakan wadah atau nampan besar, dimana pada bagian dasar wadah dialasi kertas, dengan harapan minyak dapat terserap oleh kertas tersebut,” ujar Cut Meurah.

Menurutnya, proses penirisan minyak seperti itu sangat kurang efisien. Selain membutuhkan waktu penirisan yang relatif lama, juga produk keripik kurang higienis karena minyak akan terserap dengan kertas.

“Sehingga tim dari USK memperkenalkan alat peniris minyak atau mesin spinner sebagai transfer Teknologi Tepat Guna (TTG). Mesin ini dapat meniriskan minyak dari produk makanan ringan seperti keripik dan lainnya dalam waktu yang relatif cepat dengan jumlah yang lebih banyak,” jelasnya.

Cut Meurah Rosnelly menambahkan, penggunaan mesin peniris minyak ini sangat cocok untuk kelompok usaha makanan ringan.

Selain hasil produk makanan yang dihasilkan lebih kering dan renyah, juga sisa hasil tirisan minyak yang diperoleh dapat digunakan kembali untuk menggoreng.

“Jadi dapat menghemat pemakaian minyak sehingga dapat meningkatkan produktifitas usaha bagi kelompok usaha keripik ini,” timpal dia.

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha di Desa Aneuk Batee, Mira Zulfia, mengharapkan dengan adanya mesin peniris minyak ini dapat meningkatkan kualitas keripik.

Selain itu dapat memproduksi makanan ringan lain agar produk lebih variatif, sehingga dapat menambah omzet yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.(rel/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved