Breaking News:

Berita Banda Aceh

M Rikal Qamara, Siswa Tunarungu di SLB-B YPAC Banda Aceh Mahir Berbahasa Inggris

Salah satu contohnya adalah M Rikal Qamara. Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) ini meski tunarungu (tuli), tapi jus

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Muhammad Rikal Qamara berpose di depan sekolahnya 

Salah satu contohnya adalah M Rikal Qamara. Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) ini meski tunarungu (tuli), tapi justru mahir berbahasa Inggris.

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anak berkebutuhan khusus (ABK) atau sering disebut penyandang disabilitas tidak selalu terbelakang.

Ada di antara mereka yang justru mampu mengukir prestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional.

Salah satu contohnya adalah M Rikal Qamara. Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) ini meski tunarungu (tuli), tapi justru mahir berbahasa Inggris.

Rikal, begitu panggilan akrab Muhammad Rikal Qamara (16) ini, masih duduk di kelas XI Sekolah Luar Biasa-Tunarungu (SLB-B) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Kota Banda Aceh.

Kepala SLB-B YPAC, Henie Ekawati MPd dalam rilisnya yang dikirimkan ke Serambinew.com, Rabu (27/7/2023) mengatakan, Rikal yang berasal dari Kecamatan Luengbata, Kota Banda Aceh adalah anak yang cerdas dan memiliki prestasi.

Baca juga: Sekda Terharu Mendengar Perjuangan Guru dan Orang Tua Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus di Sabang

"Rikal pernah juara 1 tingkat provinsi lomba mengolah barang bekas dan juara 2 lomba membuat komik strip tingkat Kota Banda Aceh," kata Henie.

Menurut Henie, anak dari pasangan Sufina Abubakar dan Dahliani ini berasal dari keluarga kurang mampu.

Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang becak, ibunya pun tunarungu, seperti halnya Rikal.

"Namun, dengan kondisi kedua orang tuanya tidaklah membuat Rikal patah semangat. Ia bahkan lebih termotivasi lagi untuk meraih cita-cita," ujar Henie.

Kini, sebut Kepala SLB-B YPAC ini, Rikal yang sering menjadi petugas upacara di sekolah tetap percaya diri dan telah mampu bicara dalam bahasa Inggris, walaupun memiliki hambatan menyandang tunarungu dan suaranya terbata-bata.

Baca juga: Pemerintah Akan Percepat Vaksinasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

"Rikal anak emas yang hebat sudah mampu bercerita menggunakan bahasa Inggris, dia selalu belajar dengan giat dan gigih," ujar juara 3 Kepala SLB berdedikasi tingkat nasional ini.

Henie menjelaskan, kemampuan Rikal berbicara bahasa Inggris tidak terlepas dari guru pembimbingnya, Fitri Suzanna SPd yang mengajarkannya berbagai metode agar ia mampu memahami, mengerti, dan mengucapkan kosakata bahasa Inggris.

Lebih lanjut Henie mengutarakan, semua guru yang mengajar di sekolah yang ia pimpin harus memberikan pembelajaran yang menyenangkan, mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa.

"Guru yang kreatif dan inovatif akan melahirkan siswa-siswi yang termotivasi untuk menemukan jati dirinya.

Anak berkebutuhan khusus bukan jadi penghalang meraih prestasi, sudah dibuktikan oleh Rikal dan siswa lainnya," tambah Henie.

Baca juga: SLB Vokasional Muhammadiyah Gelar Parenting, Ini Pesan untuk Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus 

"Guru yang kreatif dan inovatif akan melahirkan siswa-siswi yang termotivasi untuk menemukan jati dirinya.

Anak berkebutuhan khusus bukan jadi penghalang meraih prestasi, sudah dibuktikan oleh Rikal dan siswa lainnya," ujar Henie. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved