Breaking News:

Kabar Bireuen

Bupati Bireuen Bersama Takabeya Resmikan Masjid Kota Juang di Donggala

Masjid Kota Juang di Sulawesi Tengah diharapkan menjadi ikon kebangkitan syiar Islam dari masyarakat Bireuen.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Masjid Kota Juang bantuan masyarakat Bireuen di Desa Labaro, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang terkena musibah tsunami beberapa waktu lalu. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi bersama Direktur PT Takabeya Perkasa Grop dan pejabat lainnya serta Bupati Donggala, Dr Drs Kasman Lassa SH MH, Selasa (02/08/2022) meresmikan Masjid Kota Juang di Di Desa Lambaro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi  dalam sambutan peresmian antara lain mengatakan, terimakasih kepada Pemkab Donggala yang telah menyambut rombongan dari Bireuen dengan cukup baik, ramah dan meriah.

“Kami terharu disambut oleh tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, anak sekolah dengan tarian tradisional yang cukup apik,” ujarnya.

Asbabun nuzul dari pembangunan Masjid Kota  Juang di Donggala kata Bupati Bireuen dikarenakan masyarakat Aceh pernah mengalami nasib yang sama musibah tsunami juga seiman yang harus saling tolong menolong dan membantu saat saudara kami mengalami musibah.

Kami bisa merasakan apa yang bapak dan ibu rasakan ketika tsunami meluluhlantakkan Donggala dan beberapa kabupaten lain di Sulawesi Tengah.

Masyarakat Bireuen atas prakarsa  H Mukhlis Takabeya dan kawan-kawan  juga didukung oleh tokoh masyarakat serta sebagai pemerintah menampung dana dari masyarakat. Alhamdulillah hari ini bisa terwujud dan bisa digunakan oleh masyarakat Donggala.

Penamaan masjid Kota Juang, dikarenakan  Bireuen dalam perjalanan sejarah kemerdekaan presiden RI pertama Soekarno pernah menginap dan memimpin Indonesia selama 2 minggu di Bireuen, sehingga ditabalkan Bireuen sebagai Kota Juang. Dan hari ini kami ingin menginformasikan kembali kepada masyarakat Donggala bahwa masjid ini dari bantuan masyarakat Kota Juang di Bireuen.

Ketua panitia pembangunan masjid bantuan warga Bireuen di Donggala, H Muklis Takabeya kepada Serambines.com mengatakan, waktu itu ia berinisiatif menggalang malam amal di pendopo Bupati Bireuen.

Dalam aksi malam amal berbagai komunitas antara lain KONI Bireuen, DKA, Rangkang Sastra, DPD Golkar dan berbagai komunitas lainnya di Bireuen terkumpul dana Rp 220 juta, kemudian dari kalangan Pemkab Bireuen mulai dari pegawai, pejabat dan lainnya terkumpul Rp 200 juta.

Bantuan tersebut membangun masjid di Donggala, masjid selesai dibangun dengan dana Rp 800 juta lebih, kekurangan  tersebut ditanggung olehnya dan diresmikan bersama. “Sumbangan masyarakat dan berbagai pihak termasuk para pegawai dibangun satu masjid dan sudah kami resmikan bersama, mudah-mudahan menjadi amal ibadah bagi semuanya,” ujar Takabeya.

Bupati Donggala Dr Drs Kasman Lassa SH MH antara lain mengatakan, di masjid akan dijadikan sebagai tempat ibadah, tempat seni budaya local dan peringatan hari-hari besar Islam.

Mohon dukungan masyarakat setempat jadikan masjid ini sebagai icon kebangkitan syiar Islam dari masyarakat Bireuen.

Bupati Donggala juga akan melakukan kunjungan kerja balasan ke Bireuen untuk bisa mengucapkan terimakasih langsung kepada masyarakat Bireuen yang telah membantu masyarakat Donggala disaat musibah tsunami dan masjid ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat menjadi tempat untuk mensyukuri nikmat Allah SWT.(*)

Baca juga: Rombongan Bupati Bireuen Disambut Meriah di Donggala Sulteng

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved