Breaking News:

Berita Aceh Utara

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Duafa di Baitul Mal, Kejari Aceh Utara Tetapkan Lima Tersangka

Pembangunan rumah duafa itu mulai dikerjakan 31 Agustus 2021 dengan jangka waktu pengerjaan selama 120 hari.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Imran Thayib
Internet
Ilustrasi 

Dan terakhir RS (36) selaku Ketua Tim Pelaksana.

Kini kelima tersangka tersebut disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999.

“Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana dan Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana,” pungkasnya.

Baca juga: Kecelakaan Maut, Geledak Kantor DSI sampai Harga Lembu - LIVE UPDATE ACEH Rabu (3/8/2022) Malam

Baca juga: Arab Saudi Cabut Batas Penghalang Jamaah dengan Kabah, Batu Hajar Aswad Akan Dapat Disentuh Kembali

Baca juga: Tampung Aspirasi PKL Jalan Sukaramai Lhokseumawe, Wakil Ketua DPRK: Kami Pelajari Dulu

Baca juga: Baru Terbang 20 Menit, Wings Air Tujuan Nagan Raya Balik Lagi ke Kualanamu, Begini Kronologinya

Belum Terima Surat Resmi

Sementara Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, ZZ mengaku syok ketika mendengar kabar dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka yang dilakukan Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara terkait kasus bantuan rumah fakir dan miskin.

Ia mengaku sejauh ini belum menerima surat resmi atau dihubungi via telepon seluler oleh jaksa.

“Sehingga agak syok sedikit mendengar kabar seperti itu. Saya belum tahu apakah Kepala Baitul Mal Aceh Utara sudah mengetahui atau tidak, karena bisa berkomunikasi dengan beliau,” kata ZZ.

Menurutnya, kala itu saat diperiksa terhadap dirinya pihak penyidik menanyakan tugas tim perencana membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan gambar.

”Sedangkan untuk penetapan nama-nama penerima manfaat rumah bantuan tersebut dilakukan berdasarkan sidang musyawarah antara tim verifikasi, Kepala Baitul Mal, dan dengan tim pengawasa Baitul Mal Aceh Utara,’ jelasnya.

Lanjutnya, ia belum menerima surat resmi apapun terkait hal itu terkait status penetapan tersangka.

"Saya belum ada menerima surat apapun. Nanti saya koordinasi lagi sama rekan-rekan mengenai masalah tersebut," pungaksnya.(*)

Baca juga: VIDEO Ekspresi Lucu Abang Bakso Saat Centongnya Disembunyikan Pelanggan, Sampai Menghela Napas Lemas

Baca juga: VIDEO Polwan Polres Bireuen Salurkan Bantuan untuk Janda Miskin

Baca juga: VIDEO Latihan Tempur Pasukan Suriah dengan Militer Rusia, Serangan Taktis dari Darat, Laut dan Udara

Baca juga: VIDEO Seorang Pria Kurus Kering Tidur di Kolong Jembatan Serpong, Kondisi Nyaris Tak Sanggup Bicara

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved