Breaking News:

Luar Negeri

Panas! China Tembakkan 2 Rudal Dongfeng ke Selat Taiwan

China dilaporkan telah meluncurkan dua rudal Dongfeng ke perairan di dekat Taiwan, Kamis (4/8/2022).

Editor: Faisal Zamzami
CCTV via AP Photo
sebuah proyektil diluncurkan dari lokasi yang tidak ditentukan di China, Kamis, 4 Agustus 2022. China mengatakan pihaknya melakukan serangan rudal presisi di Selat Taiwan pada hari Kamis sebagai bagian dari latihan militer 

Menteri Luar Negeri Antony Blinken berpidato hari Kamis di Phnom Penh mengatakan, “Saya sangat berharap Beijing tidak akan membuat krisis atau mencari dalih untuk meningkatkan aktivitas militernya yang agresif. Kami negara-negara di seluruh dunia percaya eskalasi tidak memberi manfaat kepada siapa pun dan dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan yang tidak melayani kepentingan siapa pun.”

Undang-undang AS mengharuskan pemerintah untuk memperlakukan ancaman terhadap Taiwan, termasuk blokade, sebagai masalah yang "sangat memprihatinkan".

Latihan tersebut akan berlangsung dari Kamis hingga Minggu dan mencakup serangan rudal terhadap sasaran di laut utara dan selatan Taiwan, lebih besar dari latihan militer besar China terakhir yang bertujuan untuk mengintimidasi para pemimpin dan pemilih Taiwan yang diadakan pada 1995 dan 1996.

Baca juga: Puing-Puing Roket Stasiun Angkasa China, Sebagian Jatuh di Perairan Provinsi Palawan, Filipina

Spesifikasi Rudal Dongfeng

Mengutip Global Security, rudal balistik Dongfeng mulai dikembangkan China di bawah persetujuan Sino-Soviet pada periode 1957-1962. 

Pada awalnya, Uni Soviet (kini Rusia, red) mentransfer pelatihan, model pertempuran, lisensi, dan dokumen teknis ke China untuk produksi rudal balistik R-1 (SS-1) dan R-2 (SS-2) bertipe ground-based operational-tactical ballistic missiles beserta R-11F yang bertipe sea-launched ballistic missiles.

China pertama kali meluncurkan rudal Dongfeng pertama (DF-1_ pada 5 November 1960 dari markas di Jiuquan. 

Kemudian China pun mulai memproduksi DF 1 mereka pada 1960an.

DF-1 memiliki panjang 17,7 meter, dan berdiameter 1,65 meter.

 Ia juga memiliki berat peluncuran yakni 20,5 to dengan jarak tembak 590 km.

Sistem pengontrolannya merupakan campuran dari sistem panduan inersia dan koreksi deviasi melintang.

Hingga kini, China telah memiliki 15 rudal balistik Dongfeng termasuk DF-1. 

Rinciannya setelah DF-1, China memiliki Dongfeng 2, 3, 4, 5, 11, 12, 15, 16, 17, 21, 25, 26, 31, dan 41.

Dalam perkembangannya, jarak tembak rudal Dongfeng pun meningkat drastis. Dongfeng 41 (DF-41) yang paling terbaru memiliki jarak operasional mencapai 14 ribu km dan bisa membawa 10 hulu ledak nuklir independen.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved