Berita Aceh Besar
Pj Bupati Aceh Besar Laporkan Upaya Cepat Penanggulangan PMK ke Kepala BNPB
Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, melaporkan langkah-langkah cepat dan taktis yang sudah dilakukan Pemkab Aceh Besar
BANDA ACEH - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, melaporkan langkah-langkah cepat dan taktis yang sudah dilakukan Pemkab Aceh Besar dalam mengendalikan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kabupaten itu.
Laporan tersebut disampaikan Iswanto kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan PMK yang dilaksanakan secara hybrid, di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Rabu (3/8/2022).
Iswanto menyebutkan, langkah-langkah yang sudah dilakukan pihaknya guna menekan penyebaran PMK meliputi pelaporan pada aplikasi pusat (Isikhnas) yang dilakukan sejak 6 Mei 2022 lalu.
Kemudian, lanjut Iswanto, menyosialisasi serta mengedukasi masyarakat dan pedagang ternak tentang wabah PMK di Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur; dan membuka crisis center atau posko pelaporan kasus PMK.
Untuk mencegah meluasnya wabah tersebut, tambah Iswanto, Pemkab Aceh Besar juga menutup sementara pasar-pasar hewan serta mengobati ternak yang sakit dan mendisinfektan kandang.
"Kita menutup sementara tiga pasar hewan, dan kami juga mengawasi secara ketat lalu lintas ternak di RPH dan Pasar Hewan.
Kita juga membatasi lalu lintas ternak sejak 3 hari lalu pada pintu masuk di Lhoong dan Kecamatan Lembah Seulawah," paparnya.
Gerak cepat Pemkab Aceh Besar, tambah Iswanto, juga diwujudkan dengan sudah ditetapkannya status wabah dan pembentukan Satgas PMK Aceh Besar, serta pelaksanaan vaksinasi PMK sebanyak 1.500 dosis yang sudah terlaksana 100 persen.
Baca juga: Tinjau Pasar Hewan Sibreh, Sekda Aceh Besar Temukan Dua Ternak Bergejala PMK
Baca juga: Kasus PMK Menurun, Pemilik Ternak Diimbau Tetap Lakukan Pencegahan
"Pelayanan cepat tanggap petugas medis/ paramedis dan Pelayanan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Sekarang, kita juga sedang mereview Bantuan Tidak Terduga (BTT) APBK Aceh Besar," tutup Pj Bupati Aceh Besar.
Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto SSos MM, mengatakan, sama halnya dengan Covid-19, wabah PMK juga harus diwaspadai dan menjadi perhatian serius bagi semua pihak, agar tak tersebar secara luas.
Suharyanto yang juga Ketua Satgas PMK Nasional menyebutkan, ada empat langkah strategis yang harus diperhatikan dalam penanganan wabah PMK pada hewan ternak yakni biosecurity, potong bersyarat, pengobatan, dan Vaksinasi.
Pelaksanaan biosecurity harus ditingkatkan karena menjadi kunci dalam penanganan PMK sebelum adanya testing dan vaksinasi yang masif. (jal)
Baca juga: Warga Minta Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Tangkal Wabah PMK
Baca juga: Peternak Aceh Besar Minta Masyarakat Tak Ragukan Vaksin PMK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SAMPAIKAN-UPAYA-PENANGANAN-PMK.jpg)