Breaking News:

Berita Bireuen

Tim Kejari Bireuen Tangkap DPO Kasus Penipuan

Terpidana tersebut terlibat kasus penipuan jual beli toko terjadi tahun 2016 lalu dan sudah mendapat putusan Pengadilan Negeri Bireuen 16 Maret 2016.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Kejari Bireuen, Mohamad Farid Rumdana SH MH, Kamis (4/8/2022) sore jelaskan penangkapan DPO di Kejari Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen kembali menangkap seorang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)  bernama Anwar Bin Ja'far,  Kamis (04/08/2022).

Terpidana  tersebut terlibat kasus penipuan jual beli toko terjadi tahun 2016 lalu dan sudah mendapat putusan hukuman berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bireuen 16 Maret 2016 lalu.

Anwar terbukti bersalah melakukan penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP dan Pengadilan Bireuen menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 3 bulan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Bireuen Nomor:  219/Pid.B/2015/PN-Bir tanggal 16 Maret 2016, namun terdakwa mangkir dan menghilang akhirnya ditetapkan sebagai DPO.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari)  Bireuen, Muhamad farid Rumdana SH MH yang didampingi Kasie Intelijen Muliana SH dalam jumpa pers, Kamis (04/08/2022) sore mengatakan,  terpidana berhasil ditangkap tim Tabur Kejari Bireuen yang dipimpin Kasi Intelijen Muliana SH  saat terpidana sedang berada di Jalan Medan-Banda Aceh Desa Cot Buket Kecamatan Peusangan, Bireuen tepatnya di Depan Mapolres Bireuen setelah melakukan pelarian selama 6 tahun.

Kejari Bireuen yang juga didampingi Kasi Pidum Zulham Dams SH  dalam pertemuan di aula Kejaksaan setempat mengatakan, terpidana berhasil ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat dan selanjutnya tim Tabur Kejari Bireuen bergerak menuju lokasi.

"Setelah melihat terdakwa sedang berjalan keluar dari halaman Mapolres Bireuen dengan
menggunakan mobil Innova bersama dengan temannya  tim langsung melakukan upaya penangkapan dan terpidana sempat ingin melarikan diri akan tetapi sempat diantisipasi oleh tim," ujar Muliana.

Selanjutnya kata Mohamad   Farid, setelah diperiksa dan benar terpidana kemudian  dibawa ke kantor Kejari Bireuen untuk dilakukan proses administrasi eksekusi. Usai pemeriksaan yang berdasarkan dokumen putusan pengadilan, terpidana langsung dibawa ke Lapas Bireuen untuk menjalani masa hukuman," ungkapnya.

Mantan Koordinator Intelijen dan ketua tim Tangkap Buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh meminta kepada buronan lainnya untuk segera menyerahkan diri karena akan terus dikejar sampai kapan pun.

"Kami minta kepada buronan lainnya untuk segera menyerahkan diri untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya, karena kami akan terus mengejar kemanapun dan dimanapun para buronan ini berada," lanjutnya.

Menurut data, masih ada dua terpidana lainnya yang masih diburu yakni, Zainuddin warga Simpang Mamplam, Idaryani Warga Peudada kasus korupsi Raskin. "Kami minta untuk Kedua DPO tersebut untuk segera menyerahkan diri secara baik-baik, kalau tidak akan tetap kita buru dimanapun bersembunyi," tegas Kejari Bireuen.(*)

Baca juga: Begini Perjalanan Kasus Pasutri Terlibat Kasus Penipuan Beras di Aceh Utara, Divonis 78 Bulan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved