Breaking News:

Konsultasi Agama Islam

Hari ‘Asyura 10 Muharram antara Sunnah dan Bid’ah - Konsultasi Agama Islam

kebiasaan masyarakat kita pada hari ‘Asyura disamping melakukan puasa juga mengamalkan amalan-amalan lain seperti memberikan makanan

Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM
DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh bekerjasama dengan serambinews.com membuka Ruang Konsultasi Agama Islam diasuh oleh Tgk Alizar Usman, M.Hum. 

Konsultasi Agama Islam Kerjasama Serambi Indonesia dengan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD)

Oleh Tgk Alizar Usman

Assalamu’alaikum wr.wb

Nama saya Muhammad Teguh Riki dari Kutacane, ingin bertanya kepada Tgk pengasuh Konsultasi Agama Islam serambinew yang kami hormati, beberapa hari lagi 10 Muharram atau sering disebut sebagai hari ‘Asyura akan tiba, kebiasaan masyarakat kita pada hari ‘Asyura disamping melakukan puasa juga mengamalkan amalan-amalan lain seperti memberikan makanan kepada fakir miskin, mandi, berdoa dan lain-lain. Yang menjadi pertanyaan saya, apakah amalan-amalan tersebut ada landasan hukumnya dari agama Islam?  Demikian terima kasih.

(Muhammad Teguh Riki)

Pertanyaan akan ditampung oleh tim Ruang Konsultasi Agama Islam untuk di ke kirim ke pangasuh dan ditayangkan di website serambinews.com.
Pertanyaan akan ditampung oleh tim Ruang Konsultasi Agama Islam untuk di ke kirim ke pangasuh dan ditayangkan di website serambinews.com. (SERAMBINEWS.COM)

Jawabannya :

Wa’alaikumussalam wr.wb

Terima kasih Sdr Muhammad Teguh Riki yang telah menjadikan ruang Konsultasi Agama Islam, kerja sama serambinews.com dengan ISAD (Ikatan Sarjana Alumni Dayah Aceh) ini sebagai tempat bertanya. Semoga kita semua dan para pembaca Konsultasi Agama Islam serambinews.com ini selalu mendapat ridha Allah Ta’ala.

Sesungguhnya Hari ‘Asyura (10 Muharram) merupakan hari bersejarah dan diagungkan dalam Islam. Hari ‘Asyura ini bersejarah karena pada hari ini Nabi Musa a.s. dan kaumnya terlepas dari kejaran Fir’aun laknatillah. Karena itu, menjadi tradisi bagi orang-orang Quraisy dan Yahudi pada masa Nabi Muhammad SAW melakukan puasa untuk dan mengenang dan sekaligus bersyukur terlepas dari musuh mereka. Nabi Muhammad SAW yang merupakan nabi terakhir melestarikan tradisi ini dengan melaksanakan puasa pada hari ini dan memerintah ummatnya melakukan hal serupa. Nabi SAW bersabda :

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَاهِلِيَّةِ ، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُهُ ، فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يوْمَ عَاشُورَاءَ ، فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved