Breaking News:

Berita Banda Aceh

Penerapan Syariat Islam Harus Dievaluasi, Rektor UIN Tawarkan Konsep Baru

Dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh sejak tahun 2001 hingga saat ini diyakini masih ada berbagai persoalan, sehingga penerapannya

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
MUJIBURRAHMAN, Rektor UIN Ar-Raniry 

BANDA ACEH - Dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh sejak tahun 2001 hingga saat ini diyakini masih ada berbagai persoalan, sehingga penerapannya terkesan belum sempurna.

Bahkan, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr H Mujiburrahman MAg, secara pribadi menyebutkan bahwa penerapan syariat Islam di Aceh gagal.

"Ini penting kita luruskan implementasi (syariat Islam) hari ini yang gagal, dalam bahasa saya pribadi itu gagal.

Dan ini harus menjadi tugas UIN Ar-Raniry, sebagai salah institusi negara bersama institusi lain.

Kita akan mensupport ini ke pemerintah, ini tugas yang akan kita lakukan," kata Prof Mujiburrahman dalam silaturahmi dengan awak media di kampus tersebut, Sabtu (6/8/2022).

Silaturahmi itu perdana digelar Prof Mujiburrahman setelah ia dilantik menjadi Rektor UIN Ar-Raniry, dua pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Prof Mujib didampingi Kepala Biro AUPK, Drs H Ibnu Sa’dan MPd, dan sejumlah staf lainnya.

Dalam sesi diskusi, Prof Mujib menjawab beberapa pertanyaan termasuk terkait apa peran UIN Ar-Raniry ke depan dalam membangun Aceh.

Baca juga: Rektor UIN Resah dengan Praktik Pemotongan Ayam di Pasar: Tanpa Sadar Kita Makan Bangkai Setiap Hari

Baca juga: Rektor UIN Ar-Raniry Lepas Kontingen Pesona PTKN 2022

Ia menyebutkan, tugas utama UIN adalah membenahi pendidikan Aceh karena Ar-Raniry sebagai salah satu institusi pendidikan.

"Apa yang bisa diberikan untuk Aceh? Pertama adalah bagaimana kita membuat sebuah konsep paradigma tentang pendidikan yang betul," ucapnya.

Kedua, lanjut Prof Mujib, menbantu pemerintah untuk mengimplementasikan syariat Islam yang standar.

"Kedua hal ini sekarang hampir tidak terlaksana dengan baik," tegasnya.

Menurut Rektor UIN, syariat Islam yang dideklarasikan tahun 2001 pada masa Gubernur Abdullah Puteh, saat ini tidak berjalan lebih baik dari sebelumnya.

"Jauh lebih baik yang sebelumnya, hari ini sudah tahun 2022, tapi kondisi syariat Islam di Aceh lebih parah dari yang sudah-sudah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved