Senin, 11 Mei 2026

Luar Negeri

Israel dan Jihad Islam Palestina Sepakati Gencatan Senjata di Gaza yang Ditengahi Mesir

Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Mesir itu diharapkan dapat mengakhiri tiga hari konflik intens kedua belah pihak di Gaza.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
MAHMUD HAMS/ AFP
Kebakaran terlihat setelah serangan udara Israel di kota Gaza pada 16 Juli 2022. 

SERAMBINEWS.COM, GAZAIsrael dan kelompok Jihad Islam Palestina bersepakat untuk memulai gencatan senjata pada Minggu (7/8/2022) malam.

Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Mesir itu diharapkan dapat mengakhiri tiga hari konflik intens kedua belah pihak di Gaza.

Dalam perkembangannya, perang roket Israel dan kelompok Islam Jihad Palestina tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 44 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak.

Ini adalah pertempuran terburuk di Gaza sejak perang 11 hari pada 2021 lalu yang menghancurkan wilayah pesisir Palestina.

Dilansir dari CNN, gencatan senjata antara Israel dan Jihad Islam Palestina secara resmi dimulai pada pukul 23.30 waktu setempat (2030 GMT).

Sebuah pernyataan singkat dari Kantor Perdana Menteri Israel berterima kasih kepada Mesir atas upayanya dalam menengahi gencatan senjata.

Baca juga: Perang Roket Israel dan Jihad Islam Palestina Telan Banyak Korban, Tiap Menit Pasien Masuk RS

Israel memperingatkan bahwa jika gencatan senjata dilanggar mereka akan mempertahankan hak untuk merespons dengan keras.

Pengumuman itu muncul sekitar 50 jam setelah eskalasi dimulai ketika Israel meluncurkan apa yang disebutnya serangan pre-emptive (penangkalan) terhadap target Jihad Islam di Gaza.

Seperti selama eskalasi Gaza sebelumnya, Mesir telah mengambil peran sentral dalam upaya untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan militan Palestina.

 

Terkait perseteruan kali ini, ketentuan perjanjian tidak segera diumumkan. 

Namun, kantor berita resmi negara Mesir melaporkan bahwa dalam desakan untuk gencatan senjata, Kairo bekerja untuk melihat pembebasan seorang militan Jihad Islam yang ditangkap oleh Israel enam hari lalu.

 
Selain itu, Mesir ingin memastikan seorang tahanan Palestina yang mogok makan di penjara Israel akan dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan medis.

Perjanjian gencatan senjata sebelumnya dilaporkan telah membuat Israel membuat komitmen untuk memudahkan penutupan Gaza.

Hamas, yang tidak ikut serta dalam pertempuran, mengatakan operasi Israel mewakili tahap baru dalam perjuangan kemerdekaan Palestina melawan pendudukan Israel.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved