Breaking News:

Berita Langsa

Lalat Tentara Hitam Ternyata Bisa Dimanfaatkan untuk Pakan Ikan Lele Sangkuriang, Kaya Senyawa Ini

Kemudian pemanfaatan maggot dari lalat tentara hitam (Hermetia illucens) atau biasa dikenal dengan lalat BSF sebagai pakan alternatif.

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Para dosen dan kelompok ternak ikan mengamati kandang ternak lalat tentara hitam yang menghasilkan magot untuk makanan ikan. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Sebagai wujud Tridarma Perguruan Tinggi dan pengabdian kepada masyarakat terutama dalam membantu mendongkrak pendapatan ekonomi, dosen Universitas Samudra (Unsam) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.

PKM kali ini ditujukan kepada kelompok perikanan yaitu dengan memberikan mereka pelatihan penerapan alat pakan otomatis berbasis internet.

Kemudian pemanfaatan maggot dari lalat tentara hitam (Hermetia illucens) atau biasa dikenal dengan lalat BSF sebagai pakan alternatif.

Tim PKM Unsam terdiri dari 2 dosen dari Prodi Biologi Jurusan MIPA dan 1 dosen dari Prodi Informatika Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik yang diketuai Beni Al-Fajar, SPd, MSc dan anggota Sara Gustia Wibowo, SSi, Msi, dan Liza Fitria, SSt, MT.

Ketua Tim PKM, Beni Al-Fajar kepada Serambinews.com, Selasa (9/8/2022), mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan wajib dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu melaksanakan kegiatan PKM. 

Pelatihan yang mereka buat ini, jelas Beni, bertujuan untuk membantu kelompok ternak budidaya ikan lele sangkuriang di Desa Pangkalan dalam menekan biaya pakan komersial dengan memanfaatkan maggot BSF.

Baca juga: Tim PKM FT Unsam Bantu Mesin Screw Press kepada Pemilik Usaha Terasi di Langsa

Berdasarkan hasil analisis gizi, maggot BSF mengandung senyawa mikro dan makro molekul yang tinggi seperti protein, karbohidrat, lemak, magnesium, zat besi, kalsium, vitamin A, D dan E. 

Kandungan protein yang tinggi (56,11%) sangat cocok untuk dijadikan bahan pengganti dan tambahan pakan komersil. 

Menurut Beni, melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan bisa meringankan kerja kelompok ternak dalam aktivitas pemberian pakan. 

Alat pemberian pakan otomatis yang dibuat mampu menyebarkan pakan secara otomatis dan merata di areal kolam (tambak) ikannya. 

"Melalui pelatihan dan pendampingan ini kita harapkan biaya pakan dapat ditekan dan pemberian pakan lebih efektif dan efisien," ujarnya.

Dengan demikian, timpal dosen Unsam ini, produksi ikan lele dari kelompok pangkal ikan ini otomatis mengalami peningkatan dan terjadi penghematan modal.

Baca juga: Tim PKM Unsam Dampingi UKM Kerajinan Anyaman Pandan

Sementara itu, Ketua Kelompok Pangkal Ikan, Sulaiman mengatakan, mereka sangat menyambut antusias karena kegiatan ini sangat berguna bagi mereka dalam membudidayakan ikan lele.

"Melalui kegiatan yang sangat bermanfaat ini, anggota kelompok memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam bidang budidaya lele," tutup Sulaiman.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved