Minggu, 10 Mei 2026

Internasional

Israel Senang Tumpahkan Darah Rakyat Palestina, Tidak Tertarik Perdamaian

Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat menuduh Israel senang menumpahkan darah rakyat Palestina setiap hari.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/SAID KHATIB
Petugas medis Palestina mengevakuasi seorang pria yang terluka ke rumah sakit usai serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, Sabtu (6/8/2022) malam 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat menuduh Israel senang menumpahkan darah rakyat Palestina setiap hari.

Nabil Aburudina, juru bicara Otoritas Palestina mengatakan Israel mendekati konfrontasi komprehensif dengan seluruh rakyat Palestina melalui agresinya.

Dia juga mengutuk pembunuhan di Nablus.

Aburudina mengatakan Israel tidak tertarik untuk mencapai perdamaian dan stabilitas.

Tetapi, katanya, terus bekerja untuk menumpahkan darah Palestina untuk mencapai keuntungan dalam politik Israel.

Dia mengatakan delegasi AS untuk PBB telah menekankan hak Israel untuk membela diri, menunjukkan mendukung narasi Israel.

Baca juga: Raja Salman Minta Masyarakat Internasional Cegah Serangan Berulang Israel ke Palestina

Padahal, katanya, hal itu tidak dapat diterima karena Israel sebagai agresor, seperti dilansir Arab News, Rabu (10/8/2022).

"Jika agresi ini berlanjut terhadap rakyat Palestina, itu akan memicu kekerasan di seluruh wilayah," tegasnya.

Taysir Nasrallah, anggota Dewan Revolusi Fatah dan seorang pemimpin terkemuka di Nablus yang menghadiri pemakaman pada Selasa (9/8/2022) mengutuk serangan Israel.

Doia mengatakan pelayat meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan balas dendam terhadap Israel.

Nasrallah mengatakan tampaknya Perdana Menteri Israel Yair Lapid memulai kampanye pemilihannya lebih awal dengan membunuh jumlah terbesar warga Palestina.

Sehingga, katanya, Lapid akan memungkinkan mendapatkan jumlah suara terbanyak dalam pemilu Israel mendatang.

Palestina percaya serangan militer Israel baru-baru ini di Jenin, Jalur Gaza dan Nablus terkait dengan kampanye pemilihan Israel.

Baca juga: Israel Buru Pejuang Palestina di Nablus, Baku Tembak Pecah, Tiga Orang Tewas dan Puluhan Terluka

Dimana, pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2022.

Sedangkan Lapid yang tidak memiliki pengalaman militer dari saingan terkuatnya, Benjamin Netanyahu , ingin tampil di depan pemilih sebagai orang yang mampu berurusan secara militer dengan Palestina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved