Video
VIDEO PLTN & Gudang Senjata Berisi 45 Ribu Ton Amunisi Ukraina Hancur
Sementara itu alarm PLTN terbesar Eropa di Ukraina dibunyikan lantaran ada sensor nuklir mengalami kerusakan.
SERAMBINEWS.COM - Perang antara Rusia dengan Ukraina kini telah memasuki fase baru.
Namun, ketika Rusia dan Ukraina telah memasuki fase yang baru, perang justru berpotensi terjadi di Asia , antara China dengan Taiwan .
Terkait dengan fase baru perang antara Rusia dengan Ukraina , pasukan Rusia "hampir pasti" berkumpul di selatan dalam persiapan untuk serangan balasan dari Ukraina .
Dilansir Sky News, konvoi panjang truk militer, tank, dan artileri yang ditarik bergerak ke barat daya dari wilayah Donbas di Ukraina timur, cuit Kementerian Pertahanan dalam pembaruan intelijen.
"Perang Rusia di Ukraina akan memasuki fase baru, dengan pertempuran terberat bergeser ke garis depan, sekitar 350 km, yang membentang ke barat daya dari dekat Zaporizhzhia ke Kherson, sejajar dengan Sungai Dnieper," kata cuitan itu, dilansir dari Kompas.com.
Operasi militer khusus Rusia ke Ukraina terus bergulir hingga hari ke-165 pada Minggu (7/8/2022).
Sementara itu alarm PLTN terbesar Eropa di Ukraina dibunyikan lantaran ada sensor nuklir mengalami kerusakan.
Dikutip dari Kompas.com, sebagaimana diketahui, PLTN Zaporizhzhia dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Rusia yang memicu alarm bahaya.
Terkait hal ini, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Mariano Grossi angkat bicara.
Grossi menyesalkan kejadian ini lantaran pertempuran di dekat lokasi tersebut digambarkan seperti bermain-main dengan api.
Namun, pihak Kementerian Pertahanan Rusia menuduh pasukan Ukraina yang menembaki PLTN tersebut.
Pada Minggu (7/8), pasukan Rusia telah mengancurkan gudang senjata di Ukraina selatan.
Sebanyak 45.000 ton amunisi yang baru saja dipasok negara NATO hangus seketika.
Gudang senjata yang dihancurkan tersebut berada di Voznesensk, masuk wilayah Nikolaev.
“Di daerah Voznesensk di wilayah Nikolaev, gudang senjata yang menyimpan 45.000 ton amunisi yang baru-baru ini dipasok ke Angkatan Bersenjata Ukraina oleh negara-negara NATO telah dihancurkan,” kata kementerian itu, Minggu (7/8).