Berita Aceh Singkil
Cara Kaum Millenial Raup Cuan dari Kuliner Warisan Para Raja Singkil
Berjualan keliling lompong sagu sudah berlangsung sepekan ini. Hasilnya diluar dugaan, lompong sagu selalu ludes terjual.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Berjualan keliling lompong sagu sudah berlangsung sepekan ini. Hasilnya diluar dugaan, lompong sagu selalu ludes terjual.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Hasilkan cuan sambil lestarikan kuliner warisan para raja Singkil.
Itulah yang dilakukan lima kaum millenial di Kabupaten Aceh Singkil di bawah bendera Warung Sinanggel.
Mereka adalah Wanhar Lingga selaku Owner Warung Sinanggel dan Leo Sulaiman Badai bertugas sebagai pedagang keliling.
Tiga orang lagi Risma, Sumi, dan Fitri kebagian tugas sebagai koki atau juru masak.
Kuliner yang dijajakan keliling kampung setiap sore itu adalah lompong sagu.
Lompong sagu merupakan kuliner turun temurun warisan para raja Singkil.
Berjualan keliling lompong sagu sudah berlangsung sepekan ini.
Hasilnya diluar dugaan, lompong sagu selalu ludes terjual.
"Alhamdulillah hasilnya diluar dugaan, banyak sekali peminatnya bukan hanya dari kalangan orang tua, tetapi anak muda," kata Wanhar Lingga, Jumat (12/8/2022).
Laris manis lantaran enak.
Lebih dari itu, pembeli merasa terobati kerinduan terhadap cita rasa makanan tempo dulu.
Baca juga: VIDEO Stand Budaya Aceh Singkil Dipadati Pengunjung, Kuliner Lompong Sagu Jadi Buruan
Setiap hari 500 bungkus lompong sagu buatan anak millenial ini habis terjual.
Dari penjualan itu, ratusan ribu cuan berhasil dibawa pulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kaum-millenial-di-aceh-singkil-berjualan-makanan-tradisional-lompong-sagu-keliling-kampung.jpg)