Hubungannya Makin Panas, Amerika Serikat di Ambang Perang dengan Rusia dan China
Mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger memperingatkan negaranya berada 'di ambang perang ' dengan Rusia dan China .
SERAMBINEWS.COM - hubungan Rusia dan Amerika Serikat memanas sejak Rusia melakukan penyerangan ke Ukraina.
Tak hanya itu, AS juga diketahui tengah bersitegang dengan China setelah pejabatnya mengunjungi Taiwan.
Apabila terus terjadi gesekan, tiga negara tersebut diprediksi dapat berpotensi mengalami konflik.
Mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger memperingatkan negaranya berada 'di ambang perang ' dengan Rusia dan China .
"Kami berada di ambang perang dengan Rusia dan China pada isu-isu yang sebagian kami ciptakan," kata Kissinger.
Kissinger menilai, para pemimpin Amerika sedang 'kesulitan menentukan arah' dalam iklim politik saat ini.
"Saya pikir periode saat ini memiliki masalah besar dalam menentukan arah," imbuhnya.
Pasalnya, pemerintahan Joe Biden disebut telah membuat ketegangan global semakin meningkat.
Pertama, dukungan Washington terhadap Ukraina telah membuat Rusia bereaksi.
Apalagi, Amerika juga menjatuhi sederet sanksi kepada Moskow yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kedua adalah perjalanan kontroversial Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa waktu lalu.
Tindakan ini ditentang keras oleh pemerintah China dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap Kebijakan Satu China -AS yang sudah berlangsung lama.
Namun, Kissinger mendesak pemerintahan Biden untuk mempertahankan status quo diplomatik.
"Kebijakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak telah menghasilkan dan memungkinkan kemajuan Taiwan menjadi entitas demokrasi yang otonom dan telah memelihara perdamaian antara China dan AS selama 50 tahun," jelas Kissinger.
Ia lantas memberikan saran kepada Biden agar ke depan lebih berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/China-Latihan-Militer-di-Selat-Taiwan.jpg)