Breaking News:

17 Tahun Damai Aceh

Peringati 17 Tahun Damai Aceh, Badan Reintegrasi Serahkan 22.819 Hektare Lahan untuk Eks Kombatan

Setelah serah terima jabatan (sertijab) dengan ketua lama, Sayed Fakhrurrazi, Azhari Cage bersama tim langsung bekerja untuk mewujudkan program-progra

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Petugas memeriksa tamu undangan saat menghadiri peringatan 17 tahun Hari Damai Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh Senin (15/8/2022). 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Reintegrasi Aceh (BRA) kembali menyerahkan sertifikat lahan pertanian yang pantas untuk eks kombatan, tapol/napol, dan masyarakat korban konflik sudah diatur pada butir 3.2.5 huruf a, b, dan c MoU Helsinki.

Sertifikat lahan tersebut diserahkan secara simbolis kepada enam kelompk eks kombatan, tapol/napol, dan masyarakat korban konflik saat peringatan 17 tahun Hari Damai Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Senin (15/8/2022).

Ketua BRA, Azhari Cage dalam sambutannya mengatakan ia sudah memimpin lembaga BRA selama sembilan bulan setelah dipercayakan oleh Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf alias Mualem dan di SK kan oleh Gubernur Aceh pada 26 November 2021.

Sambut Hari Damai Aceh Ke-17, Polres Abdya Gelar Patroli Cipta Kondisi

Setelah serah terima jabatan (sertijab) dengan ketua lama, Sayed Fakhrurrazi, Azhari Cage bersama tim langsung bekerja untuk mewujudkan program-program yang menyangkut dengan reintegrasi.

Dalam mewujudkan program-program tersebut, BRA bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) gencar turun ke lapangan menjumpai ketua KPA kabupaten kota, bupati/wali kota hingga Satker BRA.

"Sehingga pada hari yang berbahagia ini insyaallah kita serahkan sertifikat tanah seluas 22.819 hektare yang dibagikan secara simbolis," sebut Azhari di hadapan pejabat yang hadir.

Selain menyerahkan sertifakat lahan pertanian bagi eks kombatan, tapol/napol, dan masyarakat korban konflik, BRA pada tahun ini juga menyalurkan bantuan sosial, ekonomi, dan bantuan lainnya.

Seperti bantuan lembu sebanyak 961 ekor, bantuan kambing 107 ekor, bantuan becak 233 unit, bantuan budidaya bibit udang kepada 29 kelompok penerima, bantuan budidaya bibit ikan kepada 56 kelompok penerima, bantuan bibit ikan kerapu kepada 14 kelompok penerima.

Ketua Komisi I DPRA Iskandar Al-Farlaky Harap Martti Ahtisaari Diundang pada Peringatan Damai Aceh

Selain itu, BRA juga menyerahkan bantuan alat bengkel sebanyak 76 set alat bengkel, pembangunan gudang pupuk satu tempat, dan pembangunan gudang marmer satu tempat beserta dg peralatan mesinnya.

Tak hanya itu, BRA juga menyerahkan santunan kepada 300 anak yatim yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh. "Untuk uang santunan anak yatim sebelum acara hari H, sudah masuk ke rekening penerima. Yang kita bagikan disini adalah secara simbolis," ungkap Azhari Cage.

Dalam kesempatan itu, Azhari Cage juga menyampaikan besaran bantuan anggaran yang dikucurkan Pemerintah Aceh untuk lembaga tersebut sejak tahun 2017 hingga 2022.

Pada tahun 2017 sebesar Rp 67 miliar, tahun 2018 sebesar Rp 17 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 63 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 19 miliar, tahun 2021 sebesar Rp 43 miliar dan tahun 2022 sebesar Rp 141 miliar.

"Perlu saya sampaikan juga, kalau anggaran reguler di BRA hanya cukup untuk operasional kantor, gaji dan agenda-agenda lainnya seperti hari damai," sebut mantan anggota DPRA dari Partai Aceh ini.

"Sedangkan yang masuk (dikelola) ini rata-rata pokir dari pada DPRA. Sedangkan pokir tersebut sudah ada by name by address atau penerima yang telah ditentukan oleh anggota DPR maisng-masing," terang dia.

Sementara proposal permohonan bantuan dari masyarakat yang masuk ke BRA, tambah dia, sebanyak 28.000 proposal.

"Kami di BRA kewalahan dalam hal menampung proposal tersebut karena keterbasan anggaran dari dana reguler," demikian Azhari Cage.

Seperti diketahui, peringatan Hari Damai Aceh tahun 2022 dihadiri Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni, Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al Haytar, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Ketua DPRA Saiful Bahri alias Pon Yaya, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf alias Mualem.

Tampak hadir juga Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Eko Prasetyanto, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Ahmad Haydar, Pandam IM Mayjen TNI Mohamad Hasan, Kajati Aceh yang diwakili Asintel Mohamad Rohmadi dan pejabat lain.(*)

Diduga Terlibat dalam Rekayasa Kasus Brigadir J, Polri Didesak Periksa Staf Ahli Kapolri

32 Tahun Tekuni Usaha Peyek, Husaini Ib Mampu Sekolahkan 10 Anak, Begini Ceritanya 

Irjen Ferdy Sambo Disebut Bertengkar dengan Istrinya di Magelang, Setelah Itu Bunuh Brigadir J

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved