Kesehatan

Waspada! 3 Bahaya Ini Mengintai Tubuhmu Jika Sering Mengonsumsi Makanan yang Digoreng

Tanpa disadari ternyata ada bahaya dibalik rasa nikmat dan gurihnya dari sajian makanan yang digoreng.

Editor: Firdha Ustin
SERAMBINEWS/Bagus Setiawan
Ilustrasi makanan yang digoreng - Harga minyak goreng yang tak kunjung turun, sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya pedagang gorengan. 

Waspada! 3 Bahaya Ini Mengintai Tubuhmu Jika Sering Mengonsumsi Makanan yang Digoreng

SERAMBINEWS.COM - Berikut tiga bahaya yang mengintai tubuhmu jika sering mengonsumsi makanan yang digoreng.

Bagi sebagian orang, makanan yang diproses dengan cara digoreng merupakan makanan favorit.

Di pasar, makanan yang diproses dengan cara digoreng ini juga sangat mudah dan banyak dijumpai. Misalnya saja seperti gorengan.

Gorengan bahkan menjadi makanan favorit bagi banyak orang.

Dari segi rasa, makanan yang diproses dengan cara digoreng memang mempunyai kenikmatan tersendiri yang membuat ketagihan untuk mengonsumsinya.

Namun demikian, tanpa disadari ternyata ada bahaya dibalik rasa nikmat dan gurihnya dari sajian makanan yang digoreng.

Baca juga: Dokter Zaidul Akbar Ungkap Manfaat Konsumsi Pisang Berbintik Hitam untuk Kesehatan

Bahaya ini akan mengintai jika mengonsumsinya dalam jangka waktu yang panjang.

Lantas, apa saja bahaya yang ditimbulkan jika sering mengonsumsi makanan yang digoreng?

Dilansir Serambinews.com dari healthline.com berikut bahaya yang mengintai tubuhmu jika sering mengonsumsi makanan yang digoreng

1. Berisiko Penyakit Jantung

Penyakit Jantung adalah penyakit yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di jantung.

Penyakit jantung ditandai dengan pembuluh darah yang tidak elastis, darah mengental tanda tersebut dikarenakan lemak berlebihan yang menumpuk dalam tubuh manusia.

Mengonsumi makanan goreng secara rutin menyebabkan lemak jahat menumpuk dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung karena terjadinya penyempitan pembuluh darah di jantung.

Makanan yang digoreng telah terbukti meningkatkan tekanan darah, menurunkan kolesterol HDL (baik), dan menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas, yang semuanya berhubungan dengan penyakit jantung.

Baca juga: Jangan Dibuang! dr Zaidul Akbar Ungkap Manfaat Konsumsi Pisang Berbintik Hitam untuk Kesehatan

2. Diabetes

Mereka yang mengonsumsi 4-6 porsi gorengan per minggu, 39 persen lebih mungkin terkena diabetes tipe 2, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi per minggu.

Demikian pula, mereka yang makan gorengan tujuh kali atau lebih per minggu adalah 55 % lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2, dibandingkan dengan mereka yang makan kurang dari satu porsi per minggu.

3. Obesitas

Makanan yang digoreng mengandung lebih banyak kalori daripada makanan yang tidak digoreng, jadi makan banyak dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.

Lemak trans dalam makanan yang digoreng dapat memainkan peran penting dalam penambahan berat badan, karena dapat mempengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Sehingga hal ini tentunya dapat menyebabkan obesitas jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang Panjang.

Baca juga: 11 Khasiat Jahe Untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui, Bantu Turunkan Kolesterol Hingga Gula Darah

Dr Zaidul Akbar Ungkap Bahaya Makan Gorengan yang Tidak Disadari, Begini Cara Menyiasatinya

Sementara itu, ahli esehatan sekaligus pendakwah, dr Zaidul Akbar juga mengungkap bahaya makan gorengan.

Gorengan merupakan salah satu makanan yang bisa memanjakan lidah.

Selain harganya yang terjangkau, gorengan memiliki cita rasa lezat yang membuat para penggemarnya rutin mengonsumsi makanan ini.

Namun, tahukah Anda? Ada bahaya makan gorengan yang jarang kita sadari?

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng diketahui dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis.

Melansir kanal YouTube Suara Kebaikan pada Rabu (25/8/2021), dr Zaidul Akbar mengungkap bahaya makan gorengan.

Memulai videonya, dr Zaidul Akbar pertama kali mengulas bahan-bahan yang terdapat pada gorengan, beberapa diantaranya ialah tepung, minyak goreng, hingga sayur yang terdapat pada gorengan seperti bakwan hingga risol.

Satu per satu, dr Zaidul Akbar mengulas bahaya dari bahan utama untuk membuat gorengan, yakni tepung.

"Mari kita bahas gorengan, gorengan terbuat dari apa? Tepung," kata dr Zaidul Akbar.

Seperti diketahui, sebagian besar bahan untuk membuat gorengan ialah tepung.

Namun ternyata tepung tidak baik untuk kesehatan karena akan merusak usus dan akhirnya menimbulkan berbagai penyakit di dalam tubuh.

Kata dr Zaidul Akbar, kekebalan tubuh seseorang tergantung bagaimana kondisi usus.

Jika usus sudah rusak karena sering makan gorengan, maka akan timbul penyakit-penyakit seperti autoimun hingga kanker.

"Di usus kita itu ada barier-nya, ada penjaganya, penjaganya itu akan menjaga bagian usus untuk tidak keluar masuk ke pembuluh darah.

Kalau dia bocor, penyakit itu namanya leaky gut, dan kalau dia sudah keluar dari usus ke pembuluh darah, maka otomatis menjadi cikal bakal autoimun akan terjadi. Autoimun, kanker, penyakit-penyakit degerenatif terjadi. Kenapa?

Karena sistem kekebalan tubuh kita dibuat 80 persen di pencernaan. Yang artinya kalau ususnya bermasalah, nanti muncul masalah yang lain," kata dr Zaidul Akbar

Adapun permasalahan di atas disebabkan oleh tepung yang kita konsumsi termasuk tepung pada bahan gorengan.

"Dan salah satu biangnya, yang paling sering menyebabkan itu adalah tepung," lanjutnya.

Selain penggunaan tepung, gorengan juga menggunakan minyak goreng sawit saat memasaknya.

Minyak goreng jenis ini disebut dr Zaidul Akbar termasuk kategori minyak dengan lemak trans, yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit pada tubuh.

Lemak trans menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah meningkat, serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

Sebut dr Zaidul Akbar, jika minyak trans ini masuk ke dalam tubuh kita maka akan lengket di usus hingga pada pembuluh darah.

"Minyak trans kalau masuk ke badan kita, digoreng, dipanaskan maka dia teroksidasi dan lengket diusus, lengket di pembuluh darah," kata dr Zaidul Akbar.

Selain itu, gorengan seperti risol atau bakwan juga menggunakan sayur-sayuran. Yang dimana, jika sayuran digoreng justru akan menghilangkan kandungan enzimnya.

Hal tersebut membuktikan bahwa tidak ada manfaat sedikit pun setelah mengonsumsi gorengan bagi tubuh.

"Makan gorengan itu makan kalori, makan gula, karena tepung yang dipanaskan lama-lama akan menjadi gula ditubuh kita, gula nggak terpakai jadi glikogen, glikogen ga terpakai berubah jadi lemak," imbuhnya.

Cara Menyiasati Makan Gorengan

Sebagai solusinya, dr Zaidul Akbar turut membeberkan cara meyiasati makan gorengan agar tetap sehat.

"Jadi kalau Anda mau bikin gorengan, misal bakwan, bisa kok," sebutnya.

Adapun caranya, Anda bisa mengganti tepung dengan jenis tepung non gluten.

Jika ingin membuat gorengan bakwan, Anda bisa menggunakan sayuran organik.

Cara memasaknya bukan digoreng, melainkan hanya dipanggang menggunakan oven.

"Caranya Anda bikin bakwan yang tidak pakai tepung gluten, ada kan sekarang tepung non gluten, lalu kasih sayur organik, diaduk-aduk pakai tepung, kasih bumbu yang alami lalu dipanggang dioven," kata dr Zaidul Akbar.

Meski cara ini jauh lebih sehat, namun dr Zaidul Akbar tidak menyarankan gorengan seperti ini sering dikonsumsi, kerana bagaimana pun makanan ini tetap mengandung tepung.

"Saya pernah makan, meski jangan sering-sering dimakan karena tepung juga ya kan. Kenapa saya tidak sarankan sering makan tepung? Karena banyak masalah yang kita dapatkan dari situ, apalagi kalau seandainya dipanaskan," pungkas dr Zaidul Akbar di akhir video. (Serambinews.com/Tasya Mazulfa)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved