Breaking News:

Internasional

Hamas Minta Media Asing Tidak Laporkan Serangan Roket Salah, Tujuh Orang Tewas di Jalur Gaza

Hamas sebagai penguasa Jalur Gaza, Palestina minta media asing tidak melaporkan serangan roket pejuang yang salah.

Editor: M Nur Pakar
AP/Fatimah Shbair
Seorang gadis Palestina meletakkan mawar di makam salah satu anak di pemakaman Al-Faluja di Jebaliya, Jalur Gaza, Selasa (16/8/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KOTA GAZA - Hamas sebagai penguasa Jalur Gaza, Palestina minta media asing tidak melaporkan serangan roket pejuang yang salah sasaran.

Sebuah ledakan di Jalur Gaza telah meneaskan tujuh orang tewas akibat ledakan di jalan yang sibuk di tempat lain di Jebaliya.

Militer Israel menyalahkan serangan roket Jihad Islam.

Israel mengatakan tentara tidak melakukan serangan di daerah itu pada waktu itu, seperti dilansir AP, Selasa (16/8/2022).

Militer kemudian merilis video yang menunjukkan roket pejuang Palestina jatuh.

Rekaman video setelah ledakan itu menunjukkan apa yang tampak seperti selongsong roket yang mencuat dari tanah.

Baca juga: Israel Tuding Serangan Roket Jihad Islam Salah Sasaran, Enam Warga Kamp Pengungsi Jebaliya Tewas

Ketika AP mengunjungi lokasi, selubung itu hilang dan lubangnya telah terisi.

Warga Palestina biasanya ingin menunjukkan bukti serangan udara Israel kepada media internasional.

Orang-orang Palestina yang mengetahui langsung insiden-insiden yang mencurigakan itu enggan berbicara secara tertulis.

Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas mengarahkan wartawan tidak melaporkan kesalahan tembakan roket.

Banyak orang Palestina memandang Hamas, Jihad Islam dan kelompok-kelompok militan lainnya sebagai pejuang kemerdekaan.

Kelompok ini terus menentang kekuasaan militer Israel selama beberapa dekade.

Baca juga: Hamas Fokuskan Pemerintahan, Selama Perang Tiga Hari, Israel Tidak Pernah Sebut Hamas

Mereka percaya kritik terhadap kelompok-kelompok semacam itu akan merusak perjuangan kemerdekaan.

Israel dan negara-negara Barat menganggap mereka sebagai organisasi teroris.

Dituduh telah melakukan sejumlah serangan mematikan terhadap warga sipil Israel.

Empat perang Gaza telah membunuh lebih dari 4.000 warga Palestina, sebagian besar akibat serangan Israel.

Lebih dari setengahnya warga sipil, menurut PBB.

Lebih dari 100 orang telah tewas di pihak Israel, termasuk warga sipil, tentara dan penduduk asing.(*)

Baca juga: Rusia Sebut Israel Munafik, Serang Rakyat Palestina Tapi Bela Ukraina

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved