Breaking News:

Berita Banda Aceh

RAPBA Tahun Depan Turun Rp 6 Triliun, DPRA dan Pj Gubernur Teken KUA-PPAS 2023

Pimpinan DPRA dan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, menandatangani rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan PPAS

Editor: bakri
FOTO HUMAS DPRA
Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dan Wakil Ketua DPRA, Safaruddin didampingi Sekda Taqwallah, serta Wakil Ketua DPRA, Dalimi, memperlihatkan dokumen KUA-PPAS 2023 yang telah ditandatangani bersama dalam rapat paripurna di Gedung DPRA, Kamis (18/8/2022). 

BANDA ACEH - Pimpinan DPRA dan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, menandatangani rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 dalam rapat paripurna di Gedung DPRA, Kamis (18/8/2022).

Dalam dokumen itu memuat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) tahun depan yang disepakati hanya Rp 10 triliun lebih atau turun Rp 6 triliun dibanding anggaran belanja tahun 2022 sebesar Rp 16 triliun lebih.

Penandatangan rancangan KUA-PPAS 2023 tersebut terlaksana setelah adanya persetujuan bersama sebagaimana diatur dalam Pasal 16 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tatib DPRA dan DPRK serta Pasal 16 ayat 7 Peraturan DPRA Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tatib DPRA.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua III DPRA, Safaruddin, didampingi Wakil Ketua I, Dalimi. 

Sementara dari eksekutif, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, hadir bersama Sekda, Taqwallah, dan para Kepala SKPA.

Safaruddin saat memimpin sidang itu menyampaikan, Pemerintah Aceh sudah menyampaikan Rancangan KUA-PPAS 2023 dalam rapat paripurna pada 15 Juli 2022 lalu.

Dalam rancangan itu disebutkan bahwa besaran gambaran APBA tahun 2023 sebesar Rp 10 triliun lebih, atau jauh lebih rendah dari anggaran belanja tahun 2022 sebesar Rp 16 triliun lebih.

Hal itu disebabkan mulai tahun depan alokasi dana otonomi khusus (otsus) Aceh menurun dari 2 persen menjadi 1 persen dari plafon Dana Alokasi Umum (DAU) nasional.

Bila selama ini Aceh menerima dana Otsus Rp 8 triliun setiap tahun, maka mulai 2023, dana otsus yang diterima oleh provinsi ujung barat Indonesia, ini berkurang menjadi Rp 4 triliun.

Baca juga: APBA 2023 Merosot Tajam, Pj Gubernur Minta Presiden Terbitkan Bantuan Khusus Setara Otsus Papua

Baca juga: Legislatif Apresiasi Achmad Marzuki Surati Presiden

Adapun besaran pendapatan, belanja, dan pembiayaan tahun anggaran 2023 yaitu pendapatan Rp 9.800.836.759.339, belanja Rp 10.598.943.042.599, surplus/(defisit) Rp 798.106.283.263.

Sedangkan penerimaan pembiayaan Rp 923.106.283.263, pengeluaran pembiayaan Rp 125.000.000.000, dan pembiayaan netto Rp 798.106.283.263.

"Selanjutnya, DPRA bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) akan segera menyusun agenda percepatan pengesahan dan pembahasan RAPBA tahun anggaran 2023.

Sehingga bisa selesai dan ditetapkan tepat waktu dan tepat sasaran," kata Safaruddin seusai menandatangani dokumen KUA-PPAS 2023 bersama Pj Gubernur.

Ia berharap, dengan penyusunan APBA yang berkualitas dapat menekan jumlah sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang selama ini relatif tinggi.

Di sisi lain, sambungnya, Aceh juga dihadapkan pada jumlah pengangguran dan kemiskinan yang masih relatif tinggi.

"Untuk itu, kita mengharapkan APBA tahun 2023 dapat memberi perhatian lebih untuk program yang berorientasi pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan," ungkap politikus Partai Gerindra, ini. (mas)

Baca juga: Semua Fraksi di DPRA Terima Pertanggungjawaban APBA 2021

Baca juga: Teken Kontrak Proyek APBA Rp 2,54 T Tuntas, Total 1.666 Paket

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved