Minggu, 19 April 2026

Amalan Puasa

Berikut Tata Cara Niat Puasa Sunnah, Kapan Niatnya, Pahalanya

Niat berfungsi sebagai tolok ukur keihklasan seseorang dalam melakukan perbuatan, termasuk dalam menjalankan puasa sunnah.

Editor: Nur Nihayati
Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa 

Niat berfungsi sebagai tolok ukur keihklasan seseorang dalam melakukan perbuatan, termasuk dalam menjalankan puasa sunnah.

SERAMBINEWS.COM - Bagaimana hukumnya puasa sunah Senin Kamis?

Banyak manfaat bisa dirasakan bukan saja untuk kesehatan tapi juga berpahala luar biasa.

Niat merupakan hal yang penting dalam menjalankan suatu perbuatan.

Niat berfungsi sebagai tolok ukur keihklasan seseorang dalam melakukan perbuatan, termasuk dalam menjalankan puasa sunnah.

Namun dalam hal puasa sunnah, menurut kebanyakan ahli fiqih, niat puasa sunnah bisa dilakukan saat siang hari, yakni jika seorang belum makan dan minum.

Lantas ketika niat puasa sunnah di waktu siang, apakah orang tersebut mendapatkan pahala puasa sunnah sehari penuh atau hanya pahala sejak orang tersebut melakukan niat tadi?

Baca juga: Keutamaan Puasa Senin Kamis Menghapus Dosa, Ini Niat, Manfaat dan Hikmah Puasa Sunnah

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Sedang Dikaji, Beban Subsidi Bisa Tembus Rp 600 Triliun

Dalam hal ini, seperti diterangkan dalam laman Bimas Islam Kemenag, terdapat perbedaan pandangan di kalangan para ulama.

Sebagian ulama berpendapat, ketika melakukan puasa sunnah dan berniat di siang hari, maka tetap mendapatkan pahala puasa sehari penuh.

Meski berniat hendak melakukan puasa sunnah di waktu pagi, misalnya, maka tetap mendapatkan pahala puasa sehari penuh.

Ibadah puasa dihitung sejak terbit fajar hingga terbit matahari.

Jika puasa sunnah tersebut dihukumi sah secara syariat, maka pelakunya mendapatkan pahala puasa sehari penuh sejak terbit fajar hingga matahari terbit, meskipun niat puasanya dilakukan di waktu pagi atau di waktu siang sebelum waktu Dzuhur tiba.

Sementara sebagian ulama berpendapat, puasa yang niatnya dilakukan di waktu pagi atau siang hari, maka pahalanya dihitung sejak melakukan niat tersebut.

Dengan kata lain, sebelum melakukan niat, maka pahalanya tidak dihitung.

Ulama dengan pendapat ini menilai, suatu perbuatan ibadah tergantung niatnya, baik dalam masalah keabsahan dan pahalanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved