Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Besar

5 Santri Terseret Arus di Brayeun, Satu Selamat Empat Masih Hilang

Banjir bandang menerjang lokasi wisata alam Brayeun di Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Leupueng, Aceh Besar

Editor: bakri

KOTA JANTHO - Banjir bandang menerjang lokasi wisata alam Brayeun di Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Leupueng, Aceh Besar, Kamis (25/8/2022) sekitar pukul 14.50 WIB.

Lima santri yang sedang asyik mandi di bendung itu, terseret arus.

Dari jumlah tersebut, satu orang selamat dan empat lainnya hilang.

Hingga pencarian dihentikan sementara pukul 22.00 WIB tadi malam, keempat santri yang hilang itu belum juga ditemukan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, kelima korban yang terseret arus itu merupakan santri Dayah Raudhatul Qur'an Al-Aziziah, Desa Lamsiteh, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Ridwan menyebutkan, satu korban yang selamat adalah Saiful Amani (23) asal Kota Fajar, Aceh Selatan.

Sementara empat korban yang masih hilang, lanjutnya, yaitu Fakhrurrazi (20) asal Malaysia, Dazaratul Aulia (17) asal Desa Rumoh Panjang, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya), M Reza Asri (18) asal Punge, Banda Aceh, dan Ahmadal Hadi (17) asal Lam Asan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Ridwan Jamil menjelaskan, rombongan santri yang berjumlah 30 orang bersama pimpinan Dayah Raudhatul Qur'an Al-Aziziah, Tgk Salman, pergi liburan ke tempat wisata tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca juga: Hingga Malam Ini, Empat Santri Terseret Arus di Pemandian Brayeun belum Ditemukan

Baca juga: VIDEO Jernihnya Air di Brayeun Leupung Aceh Besar, Pemandian Memukau untuk Segala Usia

Sebagian santri mandi di Bendung Brayeun dan tak lama kemudian hujan deras mengguyur kawasan itu.

“Akibat curah hujan yang cukup tinggi, tiba-tiba luapan air sungai langsung tinggi hingga menyeret sebagian santri yang sedang mandi di tempat tersebut.

Dari lima santri yang terseret arus, satu orang sudah ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan empat korban yang hilang masih dalam pencarian," ungkap pria yang akrab disapa RJ, ini.

Hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur lokasi wisata alam itu dan sekitarnya.

Meski demikian, luapan air bendungan belum masuk ke permukiman penduduk karena letaknya jauh dari lokasi kejadian.

RJ menambahkan, dua rubber boat dikerahkan ke lokasi untuk mencari santri yang hilang.

Air sungai yang keruh dan derasnya arus akibat lokasi kejadian diguyur hujan, kata Ridwan Jamil, membuat petugas kesulitan melakukan pencarian.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved