Berita Aceh Besar
5 Santri Terseret Arus di Brayeun, Satu Selamat Empat Masih Hilang
Banjir bandang menerjang lokasi wisata alam Brayeun di Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Leupueng, Aceh Besar
“Kita selalu mengingatkan agar pemerintah hadir dalam kesempatan pertama setelah terjadinya musibah.
Sebab, tindakan itu juga bagian dari harapan rakyat yang butuh dukungan moral saat mereka diuji oleh Allah Yang Maha Kuasa dengan segala kehendak-Nya,” tandas Iswanto.
Pada sisi lain, ia mengingatkan semua pelancong di lokasi wisata, terutama wisata alam dalam bentuk sungai atau air terjun, untuk senantisa waspada dengan kondisi cuaca.Sebab, sambung Iswanto.
Lokasi wisata alam sungai dan air terjun sangat rawan terkena terjangan banjir bandang.
Karena lokasi tangkapan air di hulu sungai makin berkurang akibat pemotongan hutan secara sembarangan.
“Kejadian ini juga harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak lagi melakukan illegal loging dan illegal mining.
Sebab, akibat pekerjaan itu ujung-ujungnya yang menderita adalah masyarakat sendiri, terutama masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).
Kerawanan itu juga mengintip pengunjung lokasi wisata.
Jadi, perbuatan segelintir orang berbuah musibah bagi orang lain yang tak tahu menahu dengan pelanggaran tersebut,” tutur Iswanto.
Pj Bupati Aceh Besar itu juga memerintahkan stafnya di BPBD serta instansi terkait lainnya untuk all out dalam mencari empat santri Dayah Raudhatul Quran Al-Aziziah, Gampong Lamsiteh, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, yang masih hilang.
“Mari kita doakan agar semua santri yang masih hilang itu ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Iswanto seraya menyatakan seorang santri yang hilang tersebut berasal dari Malaysia. (i/al)
Baca juga: Serunya Makan Satai di Pusat Wisata Brayeun
Baca juga: Korban Terseret Air Bah di Brayeun Leupung Ternyata Lima Orang, 1 Selamat & 4 Masih dalam Pencarian