Jurnalisme Warga
Lemang Panga Menggugah Selera
SAAT musim durian tiba di pantai barat selatan Aceh (Barsela), bermunculanlah ibu-ibu di pinggir jalan Meulaboh- Banda Aceh, tepatnya di Panga
OLEH MUKHSINUDDIN, Koordinator Forum Aceh Menulis Chapter Meulaboh, melaporkan dari Panga, Aceh Jaya
SAAT musim durian tiba di pantai barat selatan Aceh (Barsela), bermunculanlah ibu-ibu di pinggir jalan Meulaboh- Banda Aceh, tepatnya di Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh jaya.
Mereka ramai- ramai membakar ‘leumang oen pisang’ (lemang daun pisang).
Sebagian untuk dikonsumsi sendiri, sebagian lagi untuk dijual.
Lemang ini biasnya semakin laris manis jika dimakan dengan durian yang sudah disiapkan di jambo (pondok) depan rumah para penjual lemang tersebut.
Lemang merupakan salah satu makanan tradisional khas Aceh selain Sumatera Barat yang sering muncul pada momen tertentu.
Misalnya, ketika musim durian tiba, saat meugang puasa Ramadhan, atau saat momen khusus lainnya.
Makanan ini terbuat dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang muda.
Bambunya pun bambu khusus, namanya bambu lemang yang ukurannya lebih kurus dibandingkan bambu yang biasa dibuat jadi pagar atau meriam.
Proses pembuatan lemang tidaklah rumit.
Baca juga: Resep Masak Lemang untuk Idul Fitri, Cara Mudah dan Tidak Repot
Baca juga: Lemang dan Air Tebu, Menu Favorit Pemain Bhayangkara FC Asal Bireuen TM Ichsan Saat Berbuka Puasa
Setelah tersedia seruas bambu dan dibersihkan, masukkan gulungan daun pisang yang sudah berisi beras ketan.
Lalu, tambahkan santan kelapa secukupnya, lalu dibakar hingga matang.
Jangan lupa membolak- balik lemang yang sedang dibakar di tungku dalam posisi tegak supaya matangnya merata.
Setelah matang, lemang pun dipotong kecil-kecil untuk selanjutnya siap disantap.
Apalagi disantap dengan durian, wah sungguh menggoda dan nikmat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mukhsinuddin-Wakil-Ketua-Bidang-Akademik-dan-Kelembagaan-STAIN-Meulaboh.jpg)