Breaking News:

Internasional

PBB Keluarkan Peringatkan Keras, Enam Juta Warga Afghanistan Terancam Kelaparan

PBB mengeluarkan peringatan keras atas kemiskinan yang semakin parah di Afghanistan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Sebuah keluarga miskin harus makan bersama-sama dalam satu piring di Afghanistan. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - PBB mengeluarkan peringatan keras atas kemiskinan yang semakin parah di Afghanistan.

Kepala badan kemanusiaan PBB mengatakan sebanyak 6 juta warga Afghanistan terancam kelaparan.

Dia mendesak para donor untuk memulihkan dana pembangunan ekonomi.

Kemudian, segera menyediakan $770 juta untuk membantu warga Afghanistan melewati musim dingin.

Tetapi, Amerika Serikat masih berdebat dengan Rusia dan China tentang siapa yang harus membayar.

Martin Griffiths mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB Afghanistan menghadapi krisis kemanusiaan, ekonomi, iklim, kelaparan dan keuangan.

Baca juga: Sekolah Bawah Tanah Hadirkan Alternatif Lain Untuk Pendidikan Anak Perempuan Afghanistan

Dilansif AP, Selasa (30/8/2022), konflik, kemiskinan, guncangan iklim, dan kerawanan pangan telah lama menjadi kenyataan yang menyedihkan di Afghanistan.

Tetapi dia mengatakan apa yang membuat situasi saat ini sangat kritis, dampak penghentian bantuan pembangunan skala besar sejak pengambilalihan Taliban setahun lalu.

Lebih dari setengah penduduk Afghanistan, sekitar 24 juta orang membutuhkan bantuan dan hampir 19 juta menghadapi tingkat kerawanan pangan yang akut, kata Griffiths.

"Kami khawatir bahwa angka-angka itu akan segera menjadi lebih buruk karena musim dingin akan membuat harga bahan bakar dan makanan melonjak," tambahnya.

Terlepas dari tantangannya, dia mengatakan badan-badan PBB dan mitra LSM telah meningkatkan tanggapan yang belum pernah terjadi sebelumnya” selama setahun terakhir.

Dikatakan, bantuan telah mencapai hampir 23 juta orang.

Baca juga: Hakim Perempuan Afghanistan Ditolak Masuk Inggris, Ajukan Banding Melalui Pengacara di London

Namun dia mengatakan $614 juta sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan musim dingin.

Kemudian, tambahan $154 juta untuk menyiapkan makanan dan persediaan lainnya sebelum musim dinbgin memotong akses ke daerah-daerah tertentu.

Griffiths menekankan, bantuan kemanusiaan tidak akan pernah bisa menggantikan penyediaan layanan di seluruh sistem kepada 40 juta orang di seluruh negeri.

Taliban tidak memiliki anggaran untuk berinvestasi di masa depan mereka sendiri dan jelas beberapa dukungan pembangunan perlu dimulai, harapnya.

Dengan lebih dari 70 persen penduduk Afghanistan tinggal di daerah pedesaan, Griffiths memperingatkan jika pertanian dan produksi ternak tidak dilindungi, jutaan nyawa akan terancam.

Baca juga: Siswi Afghanistan Sudah Setahun Tidak Sekolah, Belum Ada Tanda-Tanda Taliban Buka Kembali SMA Putri

Dia mengatakan krisis perbankan dan likuiditas negara, dan kesulitan ekstrim transaksi keuangan internasional juga harus diatasi.

“Konsekuensi dari kelambanan tindakan di bidang kemanusiaan dan pembangunan akan menjadi bencana besar dan sulit untuk dibalikkan,” Griffiths memperingatkan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved