Breaking News:

Internasional

Hakim Perempuan Afghanistan Ditolak Masuk Inggris, Ajukan Banding Melalui Pengacara di London

Seorang hakim perempuan Afghanistan mengajukan banding atas keputusan pemerintah Inggris yang menolaknya masuk Inggris.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pengungsi Afghanistan diminta pindah ke tempat lain dari rumah sementara di Berlin, Jerman. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Seorang hakim perempuan Afghanistan mengajukan banding atas keputusan pemerintah Inggris yang menolaknya masuk Inggris.

Hakim, yang hanya dikenal sebagai Yosra, bersembunyi secara tidak sah di Pakistan, di mana keluarganya mengkhawatirkan kesehatannya.

Bandingnya, diajukan atas namanya oleh pengacara di Inggris menjadi yang pertama dari puluhan kasus yang berpotensi diajukan oleh warga Afghanistan yang ditolak masuk ke negara itu oleh Home Office.

Yosra (42), seorang hakim di Afghanistan selama dua dekade, memimpin kasus-kasus yang melibatkan anggota Taliban.

Selama karirnya, dia menerima beberapa ancaman pembunuhan dari kelompok itu, dan rumahnya menjadi sasaran.

Dia meninggalkan tanah airnya bersama putranya setelah Taliban merebut kembali kendali atas Afghanistan pada Agustus tahun lalu, mengkhawatirkan nyawanya.

Baca juga: Ledakan Bom di Masjid Kabul Afghanistan saat Shalat Magrib, 21 Orang Tewas dan 33 Terluka

Yosra, yang memiliki saudara perempuan di Inggris dan keponakannya bekerja sebagai pegawai negeri di sana, diberitahu memenuhi syarat untuk dimukimkan kembali di Inggris.

Sepuluh bulan setelah memohon, dia masih ditolak, dengan Kantor Dalam Negeri menyatakan dalam sebuah surat:

“Tidak ada ketentuan bagi seseorang untuk diizinkan bepergian ke Inggris untuk mencari suaka atau perlindungan sementara."

“Mereka yang membutuhkan perlindungan internasional harus mengklaim suaka di negara aman pertama yang mereka capai, itu menjadi rute tercepat menuju keselamatan.”

Keluarganya kini telah menyuarakan keprihatinan atas keadaan kesehatan mentalnya.

Khawatir dia bisa mencoba bunuh diri, jika harus kembali ke Afghanistan.

Baca juga: Sekolah Bawah Tanah Hadirkan Alternatif Lain Untuk Pendidikan Anak Perempuan Afghanistan

Oliver Oldman, seorang pengacara di firma hukum yang mewakili Yosra, mengatakan kepada The Times Minggu (21/8/2022):

"Komitmen yang dibuat untuk mereka yang berisiko di Afghanistan tampaknya sudah dilupakan."

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved