Stunting

Banda Aceh Alokasi Dana Desa untuk Stunting Rp 9 Miliar, per Gampong Rp 114-Rp 254 Juta

Mulai Selasa ini, 30 Agustus sampai 13 September 2022 mendatang, kata Taqwallah, pihaknya bersama Tim GISA Aceh, akan melakukan kunjungan kerja ke da

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Sekda Aceh, Taqwallah, sedang memberikan penjelasan makanan tambahan untuk ibu hamil KEK dan balikan kepada Tim GISA Kota, Kapuas, Bides dan kechiek, pada acara Pemantapan GISA di Aula Pemko Lantai III, Selasa (30/8). 

Laporan Herianto l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintahan Gampong yang telah mengalokasikan dana desa untuk pencegahan dan penanganan program stunting, yang cukup lumayan besar.

“Total dana desa yang dialokasikannya untuk program pencegahan dan penanganan stunting mencapai Rp 9 miliar. Setiap gampong minimal mengalokasikan berkisar Rp 114 juta  dan maksimal Rp 254 juta,” kata Sekda Aceh, dr  Taqwallah M.Kes setelah membaca ekspose Pencegahan dan Penanganan Stunting yang disampaikan Kadis PMG Kota Banda Aceh, Muhammad Syarifuddin Ambia ST, MT, pada acara Pencanangan Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) serta Evaluasi Dana Desa Tahun 2022 di Aula Pemko setempat di lantai III.

Stunting di Abdya 927 Kasus, Tertinggi Kuala Batee, Ini Data Lengkap Per Kecamatan dan Upaya Dinkes

Pencanangan Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) serta Evaluasi Dana Desa tahun 2022, untuk seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, kita mulai dari Kota Banda Aceh, sebagai ibukota Provinsi Aceh.

Mulai Selasa ini, 30 Agustus sampai 13 September 2022 mendatang, kata Taqwallah, pihaknya bersama Tim GISA Aceh, akan melakukan kunjungan kerja ke daerah untuk menjelaskan kepada Tim GISA Kabupaten/Kota, Kampus, Keuchik, dan Bides, tentang program pemantapan GISA dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan dan Penurunan Angka Stunting di Aceh yang masih relatif tinggi mencapai 27.667 orang dari total penduduknya 5,3 juta jiwa.

Roadshow Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ketika Istri Panglima TNI Turun Tangan Atasi Stunting di Aceh

Dalam rombongan kunker Tim GISA Aceh ke Kabupaten/Kota, kata Taqwallah, ia membawa Kadinkes Aceh, dr Hanif, dr Raihan, SpA, Kadisdik Aceh, Al Hudri, untuk memberikan penjelasan tentang pentingnya imunisasi bagi anak, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri, screening anemia, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, dan 10 intervensi stunting lainnya yang akan dijelaskan.

Sekda Aceh Taqwallah menyebutkan, total anak stunting yang ada di Kota Banda Aceh ada sekitar 482 orang, balitanya 22.383 orang, Bumil KEK ada 47 orang, Bumil biasa 5.556 orang, dari jumlah penduduknya 247.048 jiwa, tersebar di 90 Gampong.

Dengan alokasi dana pencegahan dan penanganan stunting senilai Rp 9 miliar, dan sampai Agustus ini, sudah terealisir Rp 7 miliar lebih, atau 76,33 persen, jika dana tersebut tidak disalahgunakan, pihaknya optimis, penanganan anak stunting dan Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), bisa tertangani dengan baik.

Ada 10 intervensi stunting yang perlu dilakukan untuk pencegahan dan penanganan stunting. Untuk remaja putri, sebut Taqwallah, ada dua Langkah yang perlu dilakukan. Pertama pemberian tablet tambah darah dan kedua screening anemia. Penderita enemia/kurang sel darah merah, kurang vitamin, zat besi, badannya lemas, makanya perlu diberikan tablet tambah darah. Terutama kepada para remaja putri. Tugas ini, nantinya dilaksanakan pihak Kadisdik, Cabdin dan kepala sekolah kepada siswa putrinya.

Selanjutnya untuk Ibu hamil, sebut Taqwallah, ada tiga langkah. Pertama pemeriksaan kehamilan, kedua pemberian tablet tambahan darah, dan ketiga pemberian makanan bagi ibu KEK. Sedangkan kepada balita, ada lima Langkah yang perlu dilakukan, untuk penanganan stunting. Pertama pemantauan tumbuh kembang bayi, kedua pemberian ASI eksklusif kepada bayi, ketiga pemberian makanan tambahan protein hewani kepada bayi, keempat tatalaksana gizi balita, kelima peningkatan cakupan dan perluasan jenis imunisasi kepada bayi.

Jadi, kata Taqwallah, misi dan tujuan melakukan kunjungan kerja ke daerah, untuk memberikan penyegaran informasi kembali kepada petugas Puskesmas, bidan desa, keuchik dan perangkat desa lainnya yang terlibat dalam pengelolaan dana desa dan pencegahan serta penanganan stunting.

Dan desa bisa digunakan untuk program pencegahan dan penanganan stunting, tapi dalam pengadaan barang yang dilakukan tidak boleh dobel dengan yang telah diadakan oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Misalnya pengadaan tablet tambah darah dan makanan tambahan bagi Ibu hamil KEK dan balita, kalau Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota sudah mengadakan, jangan lagi pihak pemerintah gampong mengadakannya dan cari jenis barang lain, yang bermanfaat bagi balita dan Ibu hamil KEK.

Tujuan pemerintah mengalokasikan dana desa ke desa-desa, kata Taqwallah, untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakata desa. Namun begitu, dalam pemanfaatannya, ikuti regulasi yang sudah ditentukan dan jangan menyimpang dari regulasi atau aturan yang sudah ada,” ujar Taqwallah.

Taqwallah menjelaskan, total dana desa bersama BLT dana desa yang sudah tersalur di Aceh sampai 29 Agustus 2022, telah mencapai Rp 3,4 triliun, atau 73,85 persen dari kuota yang diberikan pusat untuk Aceh tahun 2022 senilai Rp 4,6 triliun.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved