Breaking News:

Salam

Jelang Kenaikan BBM, Kepala Daerah Tertekan

Guna mengantisipasi dampak ketika harga BBM bersubsidi dinaikkan, para kepala daerah mendapat tekanan dari pejabat-pejabat Pusat

Editor: bakri
YouTube Serambi on TV
Mendagri Tito Karnavian 

GUNA mengantisipasi dampak ketika harga BBM bersubsidi dinaikkan, para kepala daerah mendapat tekanan dari pejabat-pejabat Pusat.

Bahkan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengancam akan mengganti para penjabat (Pj) kepala daerah yang tak bisa mengendalikan inflasi di daerahnya masing-masing.

Tito bakal mengevaluasi kinerja kepala daerah maupun penjabat kepala daerah berkaca dari pengendalian inflasi di masing- masing daerah.

Mendagri pun menyatakan tak segan untuk mengganti penjabat kepala daerah yang gagal mengendalikan inflasi di daerah yang mereka pimpin.

"Kalau dia pj (penjabat), itu salah satu bahan dari kita untuk menilai, mengevaluasi, bila perlu ganti," kata Tito.

Sedangkan kepala daerah definitif yang gagal mengendalikan inflasi akan mendapatkan peringatan dari Kementerian Dalam Negeri.

"Kalau dia bukan dari Pj, (tapi) dari pilkada, kita akan berikan warning supaya masyarakat paham bahwa apa pemimpin seperti ini mau dipilih," kata Tito.

Diingatkan, tingginya inflasi di suatu daerah menandakan kepala daerah setempat tidak bekerja dengan baik.

"Buktinya ada daerah yang mampu mengendalikan, ya kan? Biar masyarakat melihat, siapa pemimpin yang bagus siapa yang tidak.

Baca juga: BLT BBM Mulai Disalurkan via PT Pos

Baca juga: Harga Baru BBM Sudah di Tangan Jokowi, Antrian Membludak di SPBU

" Mendagri menegaskan, inflasi atau kenaikan harga bukan hanya disebabkan oleh kinerja pemerintah pusat, melainkan juga 548 pemerintah daerah se-Indonesia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved