Kamis, 16 April 2026

Berita Aceh Malaysia

Warga Keturunan Aceh Bangun Meunasah Seharga 5 Miliar di Malaysia, Dilengkapi Kompleks Perumahan

Di kompleks seluas 5.000 meter persegi ini, sedang dibangun sebuah meunasah serta beberapa balai pengajian untuk anak-anak dan orang dewasa.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Dokumen Jawatankuasa Bertindak Komuniti Aceh Sungai Buloh
Denah Kompleks Madrasah Muhajirin Al-Assyi atau Meunasah Aceh di Plot 8 Mukim Sungai Buloh Kampung Paya Jaras Hilir, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Kompleks ini dilengkapi dengan lokasi parkir, balai pengajian, dan fasilitas olahraga. Selain itu juga akan dibangun perkantoran, ruang belajar, dan kompleks perumahan. 

Namun, angka itu diperkirakan akan membengkak menyusul naiknya sejumlah harga bahan bangunan pada masa Covid-19.

“Perkiraan sekarang, mungkin butuh dana sekitar 1,5 juta ringgit atau Rp 5 miliar,” kata Tgk Din.

Pria asal Aceh Selatan ini menambahkan, setelah membeli tanah seluas 5.000 meter, komunitas Aceh di Sungai Buloh langsung membangun dua unit balai untuk tempat pengajian anak-anak dan orang dewasa.

“Kegiatan pengajian di balai ini sudah berjalan seiring dengan pembelian tanah, sudah dua tahun lebih,” kata Tgk Din.

Sebelumnya, pengajian warga Aceh di Sungai Buloh berlangsung dari rumah ke rumah warga secara bergilir.

“Semenjak dua balai ini berdiri, pengajian telah dipusatkan di lokasi ini,” ujar Tgk Din yang didampingi sejumlah tokoh Aceh di Sungai Buloh.

Amatan Serambinews.com, Meunasah Aceh Sungai Buloh ini dibangun dua lantai.

Lantai dasar menjadi ruang shalat untuk kaum laki-laki, sementara lantai atas sebagai ruang shalat dan ruang pengajian bagi jamaah perempuan.

Seperti kebanyakan masjid di Aceh maupun di Malaysia, Meunasah Aceh di Sungai buloh ini akan dilengkapi dengan pengatur udara (AC) dan berbagai fasilitas lainnya.

Di samping bangunan meunasah, terdapat sebuah lapangan badminton yang dikelola oleh persatuan pemuda Aceh Sungai Buloh yang dipimpin oleh Asnawi Bin Ishak alias Raji.

Rencana bangunan meunasah di Kompleks Madrasah Muhajirin Al-Assyi di Plot 8 Mukim Sungai Buloh Kampung Paya Jaras Hilir, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Pembangunan kompleks meunasah ini diperkirakan menelan anggaran senilai RM 1,5 juta atau sekira Rp 5 miliar.
Rencana bangunan meunasah di Kompleks Madrasah Muhajirin Al-Assyi di Plot 8 Mukim Sungai Buloh Kampung Paya Jaras Hilir, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Pembangunan kompleks meunasah ini diperkirakan menelan anggaran senilai RM 1,5 juta atau sekira Rp 5 miliar. (Dokumen Jawatankuasa Bertindak Komuniti Aceh Sungai Buloh)

“Ini seperti mimpi yang tak mungkin diwujudkan. Alhamdulillah karena kekompakan komunitas Aceh di Sungai Buloh dan bantuan dari warga Aceh di Malaysia, di Aceh dan seluruh dunia, kita bukan hanya bisa mewujudkan Meunasah Aceh, tapi juga membeli tanah seluas lebih 2 hektare yang berada di belakang bangunan meunasah,” ujar Tgk Din.

Tidak hanya warga Aceh, kata Tgk Din, panitia pembangunan Meunasah Aceh ini juga mendapatkan sumbangan dari penduduk asli Malaysia.

“Kami menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh masyarakat yang telah membantu untuk membangun meunasah dan lembaga pendidikan Islam ini,” ujar Tgk Din.

Berdasarkan desain yang dibuat oleh konsultan, kompleks meunasah ini dilengkapi dengan areal parkir yang luas, serta taman di halaman depan.

Muhammad Hanafiah, warga Aceh yang bermukim di Denmark, memberikan apresiasinya atas kekompakan warga Aceh di Sungai Buloh Malaysia, sehingga mampu membangun meunasah yang lengkap dengan kompleks perumahan wakaf.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved