Berita Aceh Malaysia
Warga Keturunan Aceh Bangun Meunasah Seharga 5 Miliar di Malaysia, Dilengkapi Kompleks Perumahan
Di kompleks seluas 5.000 meter persegi ini, sedang dibangun sebuah meunasah serta beberapa balai pengajian untuk anak-anak dan orang dewasa.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Dalam kolom komentar di live Facebook Serambinews.com, Muhammad Hanafiah juga bertanya tentang kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan agar meunasah itu bisa segera digunakan.
Menanggapi ini, Tgk Din mengatakan, bantuan mendesak yang dibutuhkan saat ini berupa sumbangan untuk membeli semen, pembuatan pintu, dan marmer untuk lantai.
Tgk Din berharap kepada dermawan, terutama warga Aceh yang ada di Malaysia, Aceh, dan di berbagai penjuru dunia, untuk
“Lon selaku Ketua Komuniti Aceh di Sungai Buloh, lon alu-alukan, lon bet jaroe u ateuh, tameulakee bak droen bandum, tabantu lah meunasah Aceh nyoe, supaya beujeut tabina. Dan kon hanya di sinoe mantong, tapi di meurata teumpat laen ban sigom donya,” ungkap Tgk Din.
Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF - Tun Daim: Saya Banyak Baca Sejarah Aceh, Kagum, Semangat Orang Aceh Luar Biasa
Baca juga: VIDEO Tun Daim Kagumi Semangat Orang Aceh
Baca juga: Tan Sri Sanusi Junid Dalam Kenangan Putranya Akhramsyah Muammar Ubaidah
Bangun Kompleks Perumahan
Tidak hanya membangun kompleks madrasah, komunitas Aceh di Sungai Buloh saat ini juga sudah membeli tanah seluas 2 hektare lebih yang lokasinya berada persis di belakang bangunan meunasah.
“Baru selesai proses jual beli dengan nilai 3 juta Ringgit lebih atau sekira 9,9 miliar Rupiah,” ujar Tgk Din.
Menurutnya, di lokasi yang membentang dari pinggir sungai hingga ke jalan raya ini, akan dibangun lembaga pendidikan agam, perkantoran untuk pengelola madrasah, serta sebagian lainnya untuk perumahan bagi komunitas Aceh di Sungai Buloh.
“Di lokasi ini Insya Allah juga akan dibangun rumah wakaf untuk menampung tamu-tamu dari Aceh, terutama para ulama serta para guru yang mengajar di madrasah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, tanah itu dibeli bersama oleh komunitas Aceh di Sungai Buloh.
“Cita-cita kamoe, selepas kamoe hana le, beuna generasi penerus untuk uruskan meunasah nyoe,” ujar Tgk Din Sungai Buloh.
Ia berharap kehadiran Madrasah Muhajirin Al-Assyi ini akan semakin mempererat ukhuwah antarsesama warga keturunan Aceh maupun dengan masyarakat Melayu tempatan.
Bagi Syedara Lon yang ingin membantu pembangunan Meunasah atau Madrasah Muhajirin Al-Assyi Sungai Buloh ini, bisa menyalurkan bantuan ke nomor rekening Agrobank 2005521000109756.
Konfirmasikan bantuan Anda ke Tgk Saifuddin di nomor Hp 012-6736450. Adapun pemegang amanah pembangunan Madrasah Muhajirin Al-Assyi Sungai Buloh adalah, Hj Zaini Bin Mansor, Saifuddin Bin Ali Mahmod, Hj Dzulkifly bin Haroun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/meunasah-aceh-di-sungai-buloh-2.jpg)