Breaking News:

Pertumbuhan Ekonomi

Bawang Merah Penyumbang Dominan Indek Harga Konsumen Aceh, Agustus jadi Deflasi 0,51 Persen

BPS Aceh menyebutkan, pada bulan Agustus 2022 IHK Kota Meulaboh mengalami deflasi sebesar 0,33, persen, Banda Aceh juga demikian, mengalami deflasi 0,

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Pengusaha Bawang Merah Pidie, Zakarya bersama Kadistanbun Aceh Ir Cut Huzaimah MP, sedang berada di tempat penjemuran Bawang Merah petani di Pidie, yang sangat sederhana, Minggu (7/8/2022). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penurunan harga bawang merah, cabai merah, ikan tongkol, cabai rawit, minyak goreng, cabe hijau, ikan dencis, tuna, emping, ayam, buah anggur, pir dan beberapa komoditi lainnya pada bulan Agustus lalu, menurut pihak BPS Aceh telah memberikan sumbangan dominan terhadap indek harga konsumen (IHK) Aceh, yang bersumber dari Kota Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh menjadi deflasi 0,51 persen untuk bulan Agustus 2022.

Sementara pada bulan Juli 2022 lalu, IHK Aceh masih mengalami inflasi sebesar 0,86 persen.

Demikian Berita Resmi Statistik yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh per tanggal 1 September 2022, yang dikutip Serambinews.com, Kamis (1/9/2022).

BPS Aceh menyebutkan, pada bulan Agustus 2022 IHK Kota Meulaboh mengalami deflasi sebesar 0,33, persen, Banda Aceh juga demikian, mengalami deflasi 0,32 persen dan Lhokseumawe sama mengalami deflasi 0,98 persen. Secara agregat setelah di gabung tiga kota tersebut, IHK Aceh pada bulan Agustus 2022 lalu menjadi deflasi 0,51 persen.

Cabai Merah, Bawang Merah hingga Minyak Goreng Sebabkan Deflasi Aceh Agustus 2022

Pada bulan Agustus IHK Aceh mengalami deflasi sebesar 0,51 persen, menurut pihka BPS, karena terjadi penurunan Indek Harga Konsumen (IHK) dari 114,42 pada bulan Juli lalu menjadi 113,84 pda bulan Agustus 2022. Namun begitu, tingkat inflasi IHK Aceh tyahun ke lender (Januari – Agustus) masih tinggi 4,51 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) sebesar 6,34 persen.

Penurunan IHK pada bulan Agustus ini, turunnya indek kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,55 persen. Untuk pengeluran kelompok makanan IHK nya turun, disebabkan ada beberapa komoditi mengalami penurunan harga, sehingga memberikan andil sumbangan yang cukup besar untuk pembentukan IHK Aceh menjadi deflasi.

Di Lhokseumawe, Harga Bawang Merah Anjlok dan Bawang Putih Naik

Penurunan harga bawang merah memberikan andil sumbangan terhadap deflasi sebesar 0,38 persen, cabai merah 0,22 persen, ikan tongkol 0,13 persen, cabe rawit 0,07 perseb, minyak goreng 0,06 persen, cumi-cumi dan cabe hijau masing-masing sebesar 0,03 persen, ikan tuna , ikan dencis, buah pir masing-masing 0,02 persen.

Sedangkan komoditi yang masih memberikan andil terhadap inflasi adalah, beras 0,12 persen, bahan bakar rumah tangga 0,09 persen, sewa rumah 0,08 persen, udang basah 0,03 persen, jeruk, service, makanan ringan masing-masing 0,02 persen.

Kelompok pengeluaran lain yang masih mengalami Inflasi adalah, kelompok pakaian dan alas kaki 0,15 persen, kelomok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga 0,94 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,49 persen, kelompok kesehatan 0,06 persen, kelompok transportasi 0,51 persen.

Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen, kelompok rekreasi, olah raga dan budaya 0,78 persen, kelompok pendidikan 0,03 persen, penyedia makanan dan minuman/restauran 0,02 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,46 persen.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani yang dimintai tanggapannya mengatakan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), terus berupaya mengendalikan IHK Aceh jangan sampai tinggi.

Angka Inflasi bulan dan tahunan yang sudah tinggi itu, perlu diatasi dengan pengendalian harga komoditi penyumbang inflasi. Antara lain, pengendalian harga bawang merah, cabe merah, telur, ayam potong, beras, gas rumah tangga, perumahan, BBM dan lainnya.

Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani yang dimintai tanggapannya terhadap bawang merah memberikan andil dalam pembentukan IHK Aceh Agustus menjadi deflasi 0,51 persen mengatakan, pihaknya senang mendengar bawang merah menjadi penyumbang penurunan IHK Aceh Agustus jadi deflasi 0,51 persen.

Harga bawang merah, cabai merah, cabai hijau, cabe rawit dan laiannya, yang jika harganya tinggi bisa menjadi penyumbang IHK Aceh jadi inflasi dan sebaliknya jika harganya turun dan terkendali, menjadi penyumbang IHK Aceh menjadi deflasi, caranya mengatur masa tanam, luas tanam, luas panen dan penyimpanan.

Untuk menstabilkan harga bawang merah, cabe merah, cabai rawit, cabai hijau dan lainnya, kata Zakarya, harus bisa mengatur luas tanam, luas panen dan masa panen komoditi itu dalam setahun sebanyak 12 bulan.

Angka inflasi ataua deflasi dihitung bulan, untuk itu masa tanam komoditi penyumbang IHK inflasi atua deflasi itu di atur sedemikian rupa, sehingga mampu mencukupi kebutuhan tiap bulannya.

Selain mengatur masa tanam, luas tanam dam luas panennya, kata Zakarya, juga menyediakan fasilitas pendukung pasca panennya.

“Ini menjadi tugas pemertintah, untuk menyediakannya, seperti ruang jemur, mesin pengiring dan gudang tempat penyimpanan yang standar,”ujar Zakarya.(*)

Istri Mantan PM Najib Divonis 30 Tahun Penjara

Rusak Parah, Kapal Nelayan Aceh Barat Dihempas Badai di Perairan Simeulue tak Bisa Ditarik ke Darat

Harga BBM Nonsubsidi Turun, Cek Harga Baru Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved