Breaking News:

Berita Banda Aceh

Cabai Merah, Bawang Merah hingga Minyak Goreng Sebabkan Deflasi Aceh Agustus 2022

Terjadinya deflasi dari tiga gabungan kota yaitu karena adanya penurunan cukup besar pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Editor: Agus Ramadhan
Youtube.com/BPS Aceh
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh. 

Cabai Merah, Bawang Merah hingga Minyak Goreng Sebabkan Deflasi Aceh Agustus 2022

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Agustus 2022.

Provinsi Aceh mengalami Deflasi sebesar 0,51 persen pada Agustus 2022.

Hal tersebut diungkapkan oleh Statistik Ahli Madya BPS Aceh, Dadan Supriadi SSi MSi dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik pada Kamis (1/9/2022).

"Secara agregat bisa kita lihat bahwa sepuluh komoditas teratas mengalami deflasi," ujarnya.

Baca juga: Mendagri Ancam Ganti Pj Kepala Daerah Jika Gagal Kendalikan Inflasi

Baca juga: Pj Gubernur Ajak TPID Aceh Kompak Kendalikan Inflasi

Kesepuluh komoditas yang menyumbang deflasi yaitu bawang merah (0,38 persen ), cabai merah (0,22 persen), ikan tongkol dan ikan ambu-ambu (0,13 persen), cabai rawit (0,07 persen), dan minyak goreng (0,06 persen).

Kemudian cumi-cumi (0,03 persen), cabai hijau (0,03 persen), ikan tuna (0,02 persen), ikan dencis (0,02 persen), dan buah pir (0,02 persen).

Terjadinya deflasi dari tiga gabungan kota yaitu, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Meulaboh itu di dorong adanya penurunan cukup besar pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Baca juga: Inflasi Aceh Peringkat Lima Besar Nasional, Dipicu Kenaikan Harga

"Seperti kita lihat bahwa di kota Banda Aceh, pada kelompok pengeluaran tersebut terjadinya deflasi sebesar 2,55 persen, Lhokseumawe 3,15 persen, dan di Kota Meulaboh sebesar 1,43 persen," jelasnya.

Dari ketiga daerah yang menjadi acuan sampel pendataan IHK, kata Dadan, Banda Aceh menduduki urutan deflasi ke- 35 secara nasional, Meulaboh urutan ke-36, dan Lhokseumawe ke- 77.

Disamping itu, lanjut Dadan, komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu beras 0,12 persen, udang basah 0,03 persen, jeruk dan
makanan ringan/snack masing-masing sebesar 0,02 persen, serta air kemasan, kangkung, telur ayam ras danjeruk nipis/limau masing-masing sebesar 0,01 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2022 sebesar 4,51 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) sebesar 6,34
persen. ( Serambinews.com/Suci Muliani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved