Breaking News:

Internasional

PBB Bantu Tablet Komputer Kepada Anak-Anak Jalur Gaza, Buka Dunia Dari Cengkeraman Israel

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyalurkan bantuan tablet komputer kepada anak-anak di Jalur Gaza, Palestina.

Editor: M Nur Pakar
AP/Fatimah Shbair
Kerabat anak-anak keluarga Nijim, yang terbunuh dalam serangan Israel, duduk di sekitar kuburan mereka di pemakaman Al-Faluja di Jebaliya, Jalur Gaza pada Selasa (8/8/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KOTA GAZA - Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) menyalurkan bantuan tablet komputer kepada anak-anak di Jalur Gaza, Palestina.

Hal itu untuk membuka Jalur Gaza yang diblokade ke dunia luar.

Anak-anak membentuk hampir setengah dari populasi Gaza yang berjumlah 2,3 juta orang.

Sebagian besar dari mereka tidak pernah bisa meninggalkan wilayah pesisir, yang diperintah oleh gerakan Islam Hamas.

sebanyak 890 tablet komputer dibagikan di sekolah-sekolah yang dijalankan oleh UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina.

Hal itu menyusul pilot yang melihat beberapa lusin perangkat diberikan kepada anak-anak tahun lalu.

Baca juga: Warga Jalur Gaza Ubah Plastik Menjadi Bahan Bakar Solar, Nelayan Sangat Terbantu

“Kami sangat sadar untuk anak-anak saat mereka tumbuh, mereka harus dapat terlibat dengan dunia yang semakin digital,” kata Thomas White, Direktur UNRWA kepada AFP, Rabu (7/9/2022).

Blokade 15 tahun dari daerah kantong yang dipimpin oleh Israel telah melumpuhkan ekonomi Jalur Gaza.

Sehingga, meninggalkan 74 persen lulusan muda menganggur, menurut Biro Pusat Statistik Palestina.

Proyek yang didanai Uni Eropa untuk meningkatkan keterampilan komputer anak-anak dipandang oleh UNRWA sebagai cara meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan di sektor teknologi.

"Ini bisa memberikan peluang bagi anak muda Jalur Gaza untuk mendapatkan penghasilan dan maju,” kata White, berdiri di halaman sekolah di Kota Gaza.

Proyek ini dapat membantu anak muda Jalur Gaza masuk ke coding, memberikan dukungan IT back office untuk perusahaan atau dukungan pelanggan online, tambahnya.

Baca juga: Hamas Minta Media Asing Tidak Laporkan Serangan Roket Salah, Tujuh Orang Tewas di Jalur Gaza

Namun warga Jalur Gaza masih harus menghadapi pemadaman listrik yang sering terjadi dan akses internet terbatas pada 2G.

Salma Shamiah yang berusia tiga belas tahun termasuk di antara mereka yang menerima tablet baru, setelah unggul di sekolah teknologi musim panas.

“Saya berharap untuk belajar pemrograman di masa depan dan memiliki perusahaan pemrograman di Jalur Gaza,” katanya di ruang kelas yang penuh dengan komputer.

“Saya merasa Jalur Gaza tertinggal dalam pemrograman," ujarnya.

"Saya berharap di masa depan pemrograman akan menjadi dominan di dunia dan kami akan melakukan hal-hal yang berguna dan indah,” harapnya.(*)

Baca juga: Tiga Ekor Anak Singa Lahir di Jalur Gaza, Anak-Anak Serbu Kebun Binatang

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved