Berita Lhokseumawe
Pemerintah Aceh Gelar Evaluasi dan Pemantapan GISA di Lhokseumawe
Pemerintah Aceh menggelar acara evaluasi Dana Desa dan pemantapan Gerakan Imunisasi dan Stunting (GISA) di aula SMK Negeri 2 Lhokseumawe
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pemerintah Aceh menggelar acara evaluasi Dana Desa dan pemantapan Gerakan Imunisasi dan Stunting (GISA) di aula SMK Negeri 2 Lhokseumawe, Selasa (6/9/2022).
Kegiatan ini langsung dihadiri Sekda Aceh dr Taqwallah MKes yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Aceh.
Lalu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Gampong DPMG Aceh, Zulhusni, Sekda Lhokseumawe T Adnan, Forkopimda Kota Lhokseumawe dan OPD terkait di Kota Lhokseumawe.
Serta juga dihadiri Kepala Dinas Regestrasi Kependudukan Aceh, Kepala Samsat Lhokseumawe , dan Kacabdin Pendidikan Kota Lhokseumawe selaku orang tua asuh Stunting.
Sedangkan peserta kegiatan ini para Keuchik dalam wilayah Kota Lhokseumawe, kepala Puskesmas dan bidan desa dalam wilayah Kota Lhokseumawe, para penyuluh KB, dan para Camat dalam wilayah Kota Lhokseumawe.
Baca juga: Sekda Aceh Evaluasi Dana Desa dan Pemantapan Program GISA di Aceh Singkil
Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, menyampaikan, realisasi dana desa harus tepat waktu terutama dalam penanganan stunting di tingkat Gampong.
Penanganan stunting di Gampong menjadi tanggungjawab keuchik dan OPD terkait melalui 10 intervensi.
Sekda juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah mensuplai tablet tambah darah yang harus diberikan sepekan sekali selama 52 Minggu kepada remaja putri kelas 7- 12 di sekolah-sekokah dan pesantren. "Ini menjadi tugas Kepala Puskesmas bersama kepala sekolah," tegasnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Gampong DPMG Aceh, Zulhusni, menyampaikan bahwa serapan dana desa di Kota Lhokseumawe sudah sangat baik, namun ditekankan kembali penggunaan dana desa untuk penanganan stunting agar dapat langsung dirasakan oleh sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, juga menyampaikan bahwa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sudah tidak bisa lagi diberikan sama rata. Tapi PMT harus diberikan kepada sasaran Balita dan ibu hamil yang beresiko stunting.
Baca juga: Sekda Aceh Ajak Pemkab Abdya Sukseskan GISA
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, mengharapkan agar Tim Pendamping Keluarga untuk terus bekerja melakukan surveilan untuk memperoleh data valid dilapangan tentang sasaran penanganan sunting, seperti dara calon pengantin, data ibu hamil, data ibu melahirkan, dan data balita.
Sedangkan Sekda Kota Lhokseumawe, T Adnan, selaku Ketua TPPS Kota Lhokseumawe mengajak semua pihak bekerjasama dalam upaya penurunan angka stunting hingga mencapai target nasional sebesar 14 persen.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dinas-kb-070922.jpg)