Breaking News:

Berita Banda Aceh

Permalukan Syariat Islam Aceh, YARA Desak Kegagalan Persiraja Tampil Lawan PSMS Diusut

“Jangan-jangan, ada unsur kesengajaan untuk mempermalukan Aceh yang sedang memberlakukan syariat Islam. Ini kami kira perlu didalami,”

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
SAFARUDDIN SH, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA), Safaruddin SH, mencium adanya aroma tidak beres terkait kegagalan klub bola kabanggaan rakyat Aceh, Persiraja, bermain melawan PSMS Medan, Senin (5/9/2022) malam.

“Kami mencium seperti adanya unsur kelalaian yang disengaja sehingga Persiraja gagal tampil melawan PSMS yang mengakibatkan kehicuhan penonton hingga terjadi pembakaran Stadion H Dimurthala, Lampineung Banda Aceh,” kata Safaruddin.

Safaruddin menilai tidak mungkin panitia pelaksana tidak mengetahui genset listrik bermasalah atau tak ada minyak di stadion.

“Ini alasan paling aneh untuk sebuah even nasional. Sangat sulit dipercaya,” katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Keputusan PT LIB, PSMS Medan Menang WO 3-0 Atas Persiraja Banda Aceh

Kata Safaruddin, jauh sebelum jadwal pertandingan dimulai, panitia sudah mengampanye “sepak bola syariah” akan diperkenalkan oleh manajemen baru Persiraja.

Di antaranya pemain diwajibkan memakai celana lejing, ziarah kubur dan berwudhu.

“Kami mendukung itu. Bahkan kami dukung secara total, termasuk pemain lawan harus memakai celana panjang agar tidak ada celah bagi penonton di Aceh melihat aurat laki-laki.

Kalau mau menerapkan syariah harus kaffah, jangan separuh-separuh,” sebut Safar.

Baca juga: Kapolda Aceh Tinjau Stadion H Dimurthala, Perintahkan Anak Buahnya Usut Peristiwa di Lampineung

Tapi, lanjut Safaruddin, kejadian Persiraja batal tanding saat penonton sudah memenuhi stadion itu tidak dapat diterima akal sehat.

“Ini seperti kerja ulok-ulok (bercanda),” katanya.

“Jangan-jangan, ada unsur kesengajaan untuk mempermalukan Aceh yang sedang memberlakukan syariat Islam. Ini kami kira perlu didalami,” ujar Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Aceh.(*)

Baca juga: Panpel Persiraja dan Perusak Stadion Terancam Masuk Penjara, Denda Paling Banyak Rp 1 Miliar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved