Breaking News:

Berita Banda Aceh

Panpel Persiraja dan Perusak Stadion Terancam Masuk Penjara, Denda Paling Banyak Rp 1 Miliar

Peristiwa pembakaran dan perusakan fasilitas stadion dipicu oleh padamnya lampu stadion jelang laga Liga 2 antara Persiraja Banda Aceh vs PSMS Medan

Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBI/HENDRI
Penonton membakar sejumlah fasilitas di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Senin (5/9/2022) malam. Tindakan itu mereka lakukan karena kesal setelah laga Persiraja versus PSMS Medan batal digelar akibat lampu utama di stadion itu padam. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar memerintahkan anak buahnya untuk mengusut peristiwa pembakaran dan perusakan fasilitas Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Senin (5/9/2022) malam.

Perintah itu disampaikan jenderal bintang dua saat meninjau langsung kondisi terkini Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Selasa (6/9/2022).

Peristiwa pembakaran dan perusakan fasilitas stadion dipicu oleh padamnya lampu stadion jelang laga Liga 2 antara Persiraja Banda Aceh vs PSMS Medan

Kondisi itu membuat laga Persiraja vs PSMS yang sudah dinantikan ribuan penonton yang sudah membeli tiket batal digelar hingga memicu amarah massa.

Akibat tak kunjung menyala lampu stadion, oknum penonton terpancing amarah hingga merusak dan membakar fasilitas Stadion H Dimurthala. 

Penonton membakar papan reklame sponsor di tribun E Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Senin (5/9/2022) malam.
Penonton membakar papan reklame sponsor di tribun E Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Senin (5/9/2022) malam. (SERAMBI/INDRA WIJAYA)

Untuk mengusut peristiwa perusakan dan pembakaran fasilitas stadion, Polda Aceh membidik Panitia Pertandingan (Panpel) Persiraja dan perusak atau pembakar fasilitas stadion dengan dua pasal.

Panpel Persiraja dibidik dengan Pasal 103 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Dalam UU No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, BAB XXI KETENTUAN PIDANA Pasal 103 ayat 1 "Penyelenggara kejuaraan Olahraga yang tidak memenuhi persyaratan teknis kecabangan, kesehatan, keselamatan, ketentuan daerah setempat, keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)".

Baca juga: Mati Lampu Jelang Laga Persiraja Vs PSMS Medan, Gubsu Keluar Stadion, Penonton Nyalakan Senter HP

Sedangkan oknum penonton yang membakar akan dikenakan tambahan Pasal 201 ayat (1) KUHP (KItab Undang-Undang Hukum Pidana).

Pasal 201 KUHP "Barangsiapa karena salahnya, sesuatu rumah (gedung) atau bangunan-bangunan jadi binasa atau rusak, dihukum :

1e. penjara selama-lamanya empat bulan dua minggu atau kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,– kalau perbuatan itu menimbulkan bahaya umum bagi barang ;

Polda Aceh masih menyelidiki

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab dan pelaku pengerusakan yang disertai pembakaran tersebut.

Selain itu, kata Winardy, pihaknya juga sudah memanggil dan memeriksa panitia pelaksana pertandingan tersebut secara marathon atas dugaan ketidakprofesionalan dalam menyiapkan laga.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved