Breaking News:

Berita Politik

Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi, Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Bentangkan Poster Saat Rapat Paripurna

Tati juga mengajak semua pihak yang hadir dalam forum tersebut agar sama-sama menolak kebijakan yang dinilai tidak berempati kepada rakyat kecil.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
For Serambinews
Fraksi PKS DPRK Banda Aceh membentangkan poster penolakan kenaikan harga BBM subsidi saat Rapat Paripurna di Gedung DPRK Banda Aceh, Rabu (7/9/2022). 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sidang Paripurna Penyampaian Penjelasan dan Penyerahan Rancangan KUA dan PPAS APBK Perubahan Banda Aceh Tahun Anggaran 2022 di Gedung DPRK Banda Aceh, Rabu (7/9/2022) pagi, diwarnai aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Awalnya, sidang paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar tersebut diwarnai dengan interupsi dari Sekretaris Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara.

Ia menyampaikan perihal kenaikan harga BBM subsidi yang disahkan oleh pemerintah pusat pada 3 September 2022.

Tati mengatakan, Fraksi PKS menerima banyak keluhan dan protes dari warga Banda Aceh akibat kenaikan harga BBM.

Sebab kebijakan pemerintah yang telah menaikkan BBM sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Seperti ibu rumah tangga, kepala keluarga, mahasiswa, para pedagang, pengusaha UMKM, dan masyarakat pada umumnya, khususnya mereka yang berasal dari kalangan ekonomi lemah.

Baca juga: Kenaikan BBM Beratkan Masyarakat, DPRK Minta Pj Wali Kota Banda Aceh Siapkan Langkah Penanggulangan

Naiknya BBM, lanjut Tati, turut berimplikasi pada naiknya harga kebutuhan barang pokok sehingga daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi menjadi lesu.

Di hadapan Pj Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq, yang dinilai sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di Banda Aceh, Tati menjelaskan, jika Fraksi PKS dengan tegas menyatakan menolak kebijakan kenaikan harga BBM.

Tati juga mengajak semua pihak yang hadir dalam forum tersebut agar sama-sama menolak kebijakan yang dinilai tidak berempati kepada rakyat kecil.

“Dewan sebagai wakil rakyat di parlemen perlu menyuarakan aspirasi dan harapan rakyat, apalagi selama dua tahun terakhir sudah sangat berat beban hidupnya karena dampak dari pandemi Covid-19,” ajaknya.

Namun, baru saja mereka mencoba untuk bangkit dan pulih kembali, tukas Tati, pemerintah justru membuat kebijakan yang akan kembali membuat rakyat terjepit.

"Atas nama warga kota, para mahasiswa, dan stakeholder lainnya, Bismillah, kami Fraksi PKS DPRK Banda Aceh dengan ini meminta agar kebijakan menaikkan harga BBM dihentikan. Kami menolak kebijakan tersebut," tandas Tati.

Baca juga: Harga BBM Subsidi Naik, Dishub Aceh Segera Bahas Penyesuaian Tarif Angkutan Umum dengan Organda

Usai pernyataan penolakan dari Tati, anggota dewan dari Fraksi PKS DPRK Banda Aceh yang hadir yaitu Tati Meutia Asmara, Irwansyah, dan Farid Nyak Umar, mengangkat poster bertuliskan; "Fraksi PKS DPRK Banda Aceh menolak kenaikkan harga BBM" di ruang rapat paripurna.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved