Selasa, 14 April 2026

Berita Pidie

Kejari Pidie Seleksi Siswa Duta Sadar Hukum 2022, 84 Peserta Bersaing

program Jaksa masuk sekolah merupakan program yang sangat penting, karena menanamkan rasa sadar hukum sejak dini (usia sekolah).

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
Dok Isfandiar
Seleksi duta pelajar sadar hukum di Aula Cabang Dinas Pendidikan di Sigli, Pidie, Kamis (8/9/2022). 

program Jaksa masuk sekolah merupakan program yang sangat penting, karena menanamkan rasa sadar hukum sejak dini (usia sekolah).

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kejaksaan Negeri Sigli (Kejari) Pidie menyelenggarakan Lomba Duta Pelajar Sadar Hukum, tingkat SMK dan SMA di Kabupaten Pidie.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 84 siswa, diselenggarakan di Aula Cabdin setempat.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Razali, S.Pd, M.Pd , Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) wilayah setempat, Kamis (8/9/2022).

Razali dalam sambutan pembukaannya mengatakan, program Jaksa masuk sekolah merupakan program yang sangat penting, karena menanamkan rasa sadar hukum sejak dini (usia sekolah).

Banyak pelanggaran yang perlu dihindari yang terjerat hukum, yang terjadi dilingkungan pendidikan, meliputi kekerasan anak, perkelahian, buly, dan sejumlah kekerasan lainnya, paparnya lagi.

Foto bersama seusai pembukaan seleksi pelajar sadar hukum di aula SMKN 2 Sigli, Pidie, Kamis (8/9/2022).
Foto bersama seusai pembukaan seleksi pelajar sadar hukum di aula Cabdin Pidie, Kamis (8/9/2022). (Dok Isfandiar)

Dalam kesempatan juga, Gembong Priyanto, SH, M.Hum Kepala Kejaksaan Negeri Pidie (Kajari), menyatakan bahwa betapa pentingnya Kesadaran Hukum, agar semua menjaga koridor mengenali hukum dan menjauhi Hukuman.

Ditambahkan, menanamkan nilai-nilai kesadaran hukum, khususnya pada anak-anak usia sekolah.

Dan program Jaksa Masuk Sekolah tersebut, fokus menyampaikan isu-isu yang melekat di dalam masyarakat.

Khususnya, yang menjadi atensi dan menempatkan anak sebagai subyek dari permasalahan hukum yang timbul," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, salah satu isu utama yang diangkat pada kegiatan itu adalah membangun kesadaran hukum tentang perlindungan siswa,
mengingat perlu tercapainya dan terjaminnya hak-hak yang dimiliki oleh siswa, Serta mengantisipasi adanya kekerasan dan diskriminasi dari berbagai bentuk dan situasi, tandasnya lagi.

Selain itu, juga untuk meningkatkan kesadaran terkait maraknya kasus hukum yang melibatkan anak-anak seperti kekerasan seksual dan cyber bullying," bebernya lagi.

Dirinya berharap melalui program Jaksa Masuk Sekolah tersebut, dapat membangun kesadaran hukum bagi anak-anak usia sekolah.

"Dengan membangun kesadaran hukum bagi anak usia sekolah, mampu mencegah dari berbagai hal negatif yang bersinggungan dengan hukum.

Perlu diketahui, perlindungan anak harus dilandaskan pada harkat martabat kemanusiaan. Dan setiap anak harus bebas dari kekerasan dan diskriminasi," tandasnya diakhir acara pembukaan keguatan itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved