Breaking News:

Internasional

Warga Jalur Gaza Terjebak Bujukan Israel, Meraih Harapan dan Ditawari Pekerjaan

Warga Jalur Gaza, Palestina terus mendapat bujukan dari Israel dengan tujuan menstabilkan wilayah yang terus bergejolak itu.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang warga Palestina mengangkat tepung dari sebuah pabrik di Israel. 

SERAMBINEWS.COM, KOTA GAZA - Warga Jalur Gaza, Palestina terus mendapat bujukan dari Israel dengan tujuan menstabilkan wilayah yang terus bergejolak itu.

Beberapa hari setelah pertempuran singkat bulan lalu, warga Jalur Gaza kembali bekerja melintasi perbatasan Israel.

Mereka di bawah skema izin yang diluncurkan sebagai bagian dari strategi Israel menggunakan bujukan ekonomi untuk memulihkan kantong miskin itu.

Dilansir AFP, Kamis (8/9/2022), bagi mereka yang cukup beruntung mendapatkan izin, pekerjaan di Israel dapat menghasilkan 10 kali lipat dibandingkan di di rumah.

Daerah miskin di mana 2,3 juta orang hidup itu terjepit di jalur pantai yang sempit.

“Saya telah membayar hutang, merenovasi rumah dan membawa beberapa barang yang saya butuhkan,” kata Omar Abu Sidu (31).

Dia bekerja di sebuah perusahaan cuci mobil di Kota Sderot, Israel selatan selama enam bulan terakhir ini.

Menurut Bank Dunia, pengangguran di Jaur Gaza mencapai sekitar 50 persen.

Baca juga: PBB Bantu Tablet Komputer Kepada Anak-Anak Jalur Gaza, Buka Dunia Dari Cengkeraman Israel

Bahkan, lebih dari separuh penduduk hidup dalam kemiskinan, diperburuk oleh pertempuran berulang kali dan blokade ekonomi selama bertahun-tahun oleh Israel dan Mesir.

Proses permohonan izin sering terjerat antara kantor yang dijalankan oleh Hamas dan Otoritas Palestina resmi, yang kehilangan kendali atas Gaza pada 2007.

Tetapi berurusan dengan otoritas Israel dalam masalah ini.

Beberapa pekerja juga mengeluh izin tersebut tidak memberi mereka banyak hak kerja yang normal, termasuk pensiun dan asuransi kecelakaan.

Tapi itu tidak banyak membantu untuk mengekang permintaan dan Kementerian Tenaga Kerja yang dikelola Hamas di Jalur Gaza.

Dikatakan, telah menerima 100.000 aplikasi untuk izin sejak Maret 2022, ketika mulai terlibat dalam proses aplikasi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved