Breaking News:

Internasional

Suami Cari Kerja di Luar Negeri, Istri Gugat Cerat, Sulit Menjaga Hubungan Jarak Jauh

Sebagian besar penduduk Lebanon telah pindah ke luar negeri untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pasangan pengantin baru berpose untuk foto di akropolis Romawi di Baalbeck, Lembah Bekaa, Lebanon. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Sebagian besar penduduk Lebanon telah pindah ke luar negeri untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.

Sehingga, berdampak pada kesulitan mempertahankan hubungan jarak jauh yang berperan dalam kehancuran sebuah pernikahan.

“Suami saya telah bekerja di Afrika selama bertahun-tahun dan saya tinggal bersama anak-anak saya di Lebanon,” kata Neemat (34) di Pengadilan Agama Beirut kepada Arab News, Minggu (11/9/2022).

“Kami memutuskan untuk berpisah dengan cara yang bersahabat setelah hidup kami bersama menjadi tak tertahankan," ujarnya.

Dia mengatakan suaminya akan menanggung tunjangan anak dan membayar iuran melalui pembayaran perkawinan yang ditangguhkan.

Sheikh Wassim Yousef Al-Falah, seorang hakim Syariah di pengadilan agama di Beirut mengatakan putusnya hubungan suami-istri seperti ini biasa terjadi.

Baca juga: Keinginan Warga Lebanon Makin Tinggi, Pengungsi Suriah Harus Segera Pulang ke Negaranya

“Perkawinan yang paling tidak berhasil, di mana sang suami bermigrasi ke luar negeri untuk bekerja dan sang istri tetap berada di Lebanon,” katanya.

“Ketika pasangan bertemu, mereka menemukan tidak dapat hidup satu sama lain," ujarnya.

"Pernikahan seperti itu tidak berlangsung secara umum," tambahnya.

“Namun, jika pernikahan ini menghasilkan anak, kami berusaha memperbaiki hubungan di antara mereka karena kami tidak ingin membahayakan anak-anak," jelasnya.

Namun, tidak semua proses ceraian' title='per ceraian'>per ceraian seramah Neemat.

Al-Falah mengatakan dia telah menangani beberapa perselisihan perkawinan yang sangat sengit.

“Saya sudah menerima pasangan di kantor saya di mana istri atau suami menjadi sasaran kekerasan dalam rumah tangga di tangan pasangan mereka," kata Al-Falah.

Baca juga: Panglima Militer Lebanon Akan Sikat Habis Pengacau Negara

Dia mengatakan kekerasan dalam rumah tangga lebih sering menimpa kaum perempuan.

“Semakin jauh kita pergi dari kota, semakin banyak kekerasan dalam rumah tangga menjadi salah satu alasan ceraian' title='per ceraian'>per ceraian, terutama di daerah terpencil," ujarnya.

"Kami tidak mencoba memperbaiki jenis pernikahan ini karena kami tidak ingin bermitra dalam kejahatan," jelasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved