Internasional
Dubes AS Puji Pemerintah Yaman, Izinkan Kapal Pengangkut Bahan Bakar Berlabuh di Hodeidah
Utusan Barat memuji pemerintah Yaman yang diakui secara internasional karena mengizinkan lebih banyak kapal bahan bakar ke Pelabuhan Hodeidah.
SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Utusan Barat memuji pemerintah Yaman yang diakui secara internasional karena mengizinkan lebih banyak kapal bahan bakar ke Pelabuhan Hodeidah.
Meskipun Houthi melanggar perjanjian impor bahan bakar yang disponsori PBB.
“Uni Eropa menyambut baik sikap Presiden Rashad Al-Alimi untuk memfasilitasi masuknya kapal bahan bakar di pelabuhan Hodeida,” kata misi Uni Eropa di Yaman.
Dia merujuk pada presiden Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman.
“Uni Eropa mengharapkan Houthi akan meniru sikap niat baiknya demi #Yaman pada saat kritis ini," ujarnya.
"Houthi harus menghormati gencatan senjata, syarat dan mekanisme serta menghindari tindakan yang merusak," tambahnya.
Baca juga: Pemerintah Yaman Bantah Tuduhan Houthi, Membatasi Kapal Bahan Bakar Masuki Pelabuhan Hodeidah
Steven H Fagin, Duta Besar AS untuk Yaman, menggambarkan persetujuan presiden untuk mengizinkan kapal bahan bakar ke Hodeidah sebagai isyarat positif.
Khususnya, terhadap upaya perdamaian dan gencatan senjata yang ditengahi PBB untuk memperpanjang gencatan senjata dan mengakhiri konflik.
"Keputusan presiden membuka peluang baru bagi upaya PBB untuk memperpanjang dan memperluas gencatan senjata," jelasnya.
"Kami menyerukan semua pihak terlibat dalam proses ini dengan itikad baik dan komitmen baru untuk membawa perdamaian dan bantuan kepada rakyat Yaman," kata duta besar AS.
Dia mengkritik Houthi karena membuat penundaan dalam proses impor bahan bakar sebelumnya.
Sehingga, menaikkan harga energi dan menyebabkan krisis bahan bakar di daerah yang dikuasai Houthi.
Baca juga: Kapal Pengangkut Gandum dari Ukraina Tinggalkan Pelabuhan Laut Hitam Menuju Yaman
“Penundaan Houthi pada kapal bahan bakar memiliki dampak kemanusiaan dalam menaikkan harga minyak," jelasnya.
"Bahkan, membatasi pasokan bahan bakar untuk layanan publik yang vital termasuk rumah sakit,” katanya.(*)