Internasional

Iran Desak IAEA Tidak Menyerah ke Israel, Siap Bekerjasama Tumpas Anak Emas AS Itu

Pemerintah Iran siap melanjutkan kerjasamanya dengan pengawas nuklir PBB. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, Senin (12/9/2022)

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, Iran 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Pemerintah Iran siap melanjutkan kerjasamanya dengan pengawas nuklir PBB.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, Senin (12/9/2022) menyerukan badan tersebut untuk tidak menyerah pada tekanan Israel atas program nuklir Teheran.

Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bertemu dengan pejabat Iran pada Senin (12/9/2022).

hanya tiga bulan setelah mengadopsi resolusi mendesak Iran untuk memberikan jawaban yang kredibel untuk penyelidikan badan itu ke jejak uranium di tiga lokasi di Iran.

Iran telah menolak penyelidikan sebagai bermotivasi politik, seperti dilansir AFP, Senin (12/9/2022).

"Iran mengumumkan kerjasama konstruktifnya dengan badan tersebut sebagai kewajibannya," kata Kanaani.

Baca juga: Tiga Negara Kuat Eropa Tuduh Iran Meningkatkan Program Nuklir, Abaikan Kesepakatan 2015

"Iran memiliki kewajiban dan juga memiliki hak," tambahnya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

“Agensi harus menjaga kredibilitasnya," tegasnya.

Israel, yang secara luas diyakini sebagai satu-satunya kekuatan nuklir di Timur Tengah berjanji tidak akan pernah mengizinkan Iran memperoleh senjata atom.

Anak emas AS itu mengatakan Teheran mendukung penghancurannya.

Iran membantah pernah mencari senjata nuklir dan mengatakan program atomnya damai.

"Tentu saja Iran mengharapkan tindakan konstruktif dari IAEA dan anggota dewan pemerintahannya," kata Kanaani.

Baca juga: PBB Menduga Iran Mampu Memproduksi Senjata Nuklir Hanya Dalam Waktu Tiga Minggu

Setelah 16 bulan pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan telah memberi tawaran terakhir terakhir.

Khususnya untuk mengatasi kebuntuan untuk menghidupkan kembali Kesepakatan 2015.

Awal bulan ini, Iran mengirimkan tanggapan terbarunya terhadap usulan teks UE.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved