Internasional
PBB Menduga Iran Mampu Memproduksi Senjata Nuklir Hanya Dalam Waktu Tiga Minggu
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menegaskan Iran memiliki cukup waktu untuk memperkaya uranium menjadi senjata nuklir hanya dalam waktu tiga min
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN- Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menegaskan Iran memiliki cukup waktu untuk memperkaya uranium menjadi senjata nuklir hanya dalam waktu tiga minggu.
IAEA menduga tidak ada jaminan program nuklir untuk damai.
Badan pengawas atom PBB mengatakan Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi semakin khawatir dengan instalasi nuklir Iran, seperti dilansir AFP, Kamis (8/9/2022).
Dengan alasan, Iran tidak terlibat dengan badan tersebut mengenai masalah perlindungan yang luar biasa.
Sehingga, tidak ada kemajuan untuk menyelesaikan program nuklir Iran.
IAEA telah menuntut jawaban dari Iran tentang keberadaan bahan nuklir di tiga lokasi yang tidak diumumkan.
Baca juga: Presiden Korsel Tegaskan Tidak Akan Mencari Penangkal Nuklir, Utamakan Diplomasi Dengan Korea Utara
Masalah ini menyebabkan resolusi yang mengkritik Iran pada pertemuan dewan gubernur badan tersebut pada Juni 2022.
Pada Rabu (7/9/2022), Grossi mendesak Iran untuk memenuhi semua kewajiban hukumnya atas pertanyaan yang belum terselesaikan tentang tiga situs tersebut.
Badan tersebut mengatakan keputusan Iran pada Juni 2022 untuk memutuskan 27 kamera yang memantau kegiatan nuklir telah merugikan kemampuan IAEA untuk memberikan jaminan damai.
Laporan terbaru datang ketika pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 untuk mengekang program nuklir Iran tetap terhenti.
Kesepakatan itu mulai terurai ketika mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri darinya pada 2018.
Kemudian, Trump menerapkan kembali sanksi ekonomi yang melumpuhkan Iran.
Baca juga: Ada yang Minat Investasi Bahan Baku Nuklir di Indonesia, Potensi Thorium Kita Capai Ratusan Ribu Ton
Sebagai imbalannya, Teheran mulai mengabaikan batasan kesepakatan pada program nuklir, termasuk persediaan uranium yang terus diperkaya.
IAEA mengatakan persediaan uranium yang diperkaya Iran telah meningkat menjadi sekitar 3.940 kg.
Dimana, lebih dari 19 kali batas yang ditetapkan dalam perjanjian 2015.