PON Aceh Sumut 2024
Khawatir soal Jaminan Berpakaian Atlet Luar saat PON di Aceh 2024, Ini Pesan Sayed Muliady
Ketua Bidang Organisasi PB Percasi Pusat, Sayed Muhammad Muliady khawatir soal jaminan cara berpakaian atlet luar saat digelarnya PON di Aceh 2024
Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
Meski demikian Ketua Bidang Organisasi PB Percasi Pusat itu khawatir bila KONI Aceh hanya memberikan jaminan saja tanpa berkonsultasi dengan stakeholder terlebih dahulu.
"Dari hati saya terdalam, ini harus dibicarakan sama stakeholder karena tidak sesimpel yang mereka sampaikan," pesan Sayed.
"Hal-hal seperti itu kan sensitif," tambahnya.
Baca juga: KONI Pusat Resmi Sahkan SK PB PON Aceh-Sumut 2024
Menurut Sayed, sudah betul bila atlet Aceh memakai jilbab saat pelaksanaan olahraga di daerah lain seperti misal di Jawa Barat atau Papua.
Namun ketika Aceh menjadi tuan rumah, persoalan yang muncul adalah saat tim lain yang mengenakan pakaian olahraga terbuka.
"Kalau orang Aceh gak pakai jilbab, orang Aceh marah. Tapi kalau pelaksanaannya di Aceh, itu kan jadi masalah untuk tim yang lain," tambahnya.
Baca juga: Pj Gubernur Aceh Tandatangani SK Penentuan Venue PON Aceh-Sumut 2024
Selanjutnya, mengenai hasil Rakernas juga menyimpulkan pelaksanaan PON Aceh-Sumut yang semula dijadwalkan pada Oktober 2024 dimajukan ke September 2024.
"Alasannya karena di bulan Oktober bertabrakan dengan jadwal kampanye Pemilukada gubernur dan bupati/wali kota secara serentak," pungkas Sayed.
(Serambinews.com/Sara Masroni)