Breaking News:

Berita Aceh Timur

Pisang Sale Ditetapkan sebagai Kuliner Khas asal Aceh Timur, Ini Sejarah dan Cara Buat Pisang Sale

Kini Pisang Sale sudah ditetapkan sebagai makanan tradisional khas berasal dari Kabupaten Aceh Timur.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Sekretaris Disdikbud Aceh Timur, Muslim Z SPd MPd, didampingi Plt Kabid Kebudayaan, Suriadi SE, dan Penggiat Budaya Ditjenbud Muksin Alatas Ssi, memperlihatkan sertifikat Pisang Sale sebagai inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Pengetahuan Tradisional dari Kementerian Hukum dan HAM RI, Selasa (13/9/2022). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kerja keras tim Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, kini telah membuahkan hasil.

Kini, Pisang Sale, sudah mendapatkan hak paten atau perlindungan hukum dari inventarisasi negara.

Kini Pisang Sale sudah ditetapkan sebagai makanan tradisional khas berasal dari Kabupaten Aceh Timur, sehingga tak perlu diragukan lagi diklaim oleh daerah lain.

"Alhamdulillah untuk Pisang Sale kita sudah mendapatkan sertifikat pencatatan inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Pengetahuan Tradisional dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI," ungkap Sekretaris Disdikbud Aceh Timur, Muslim Z SPd MPd, didampingi Plt Kabid Kebudayaan, Suriadi SE, dan Penggiat Budaya Ditjenbud Kemendikbudristek Muksin Alatas Ssi, kepada Serambinews.com, Selasa (13/9/2022).

Pisang Sale
Pisang Sale ()

Sertifikat itu, sebelumnya diserahkan oleh Kepala Kantor Kemenkum HAM RI wilayah Aceh, Drs Meurah Budiman, kepada perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, di Aceh Tengah 5 September 2022 lalu.

Baca juga: Babinsa Pante Bidari Movitasi Pengusaha Pisang Sale

Atas keberhasilan ini,  Sekretaris Disdikbud Aceh Timur, juga mengapresiasi kerja keras tim Kebudayaan Aceh Timur, khususnya Bidang Kebudayaan Disdikbud.

Karena telah berjuang dan bekerja keras sehingga kini Pisang Sale telah mendapatkan sertifikat pencatatan inventarisasi dari Menkum HAM RI dan telah diarsipkan dalam Pusat Data Nasional Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Indonesia.

Agar Pisang Sale mendapatkan hak paten ini merupakan harapan banyak pihak di Aceh Timur, sebelumnya.

Saat ini, ungkap Muslim, tim Kebudayaan Aceh Timur juga sedang mengusulkan Pisang Sale untuk menjadi warisan budaya tak benda (WBTB).

Apabila dalam sidang 29 September 2022 nanti, Pisang Sale Ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, ungkap Muslim, maka pihaknya akan melakukan upaya pengembangan dan mendorong kemajuan usaha dan produksi budaya Pisang Sale untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pekerja menyusun pisang yang akan disale di salah satu home industri Pisang Sale di Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (17/11/2017). Home industri tersebut mampu memproduksi hingga 500 kilogram pisang sale yang dijual Rp 40.000 per kilogram untuk kualitas dua dan Rp 60.000 per kilogram kualitas satu. SERAMBI/M ANSHAR
Pekerja menyusun pisang yang akan disale di salah satu home industri Pisang Sale di Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (17/11/2017). Home industri tersebut mampu memproduksi hingga 500 kilogram pisang sale yang dijual Rp 40.000 per kilogram untuk kualitas dua dan Rp 60.000 per kilogram kualitas satu. SERAMBI/M ANSHAR (SERAMBI/M ANSHAR)

Sejarah Pisang Sale di Aceh Timur

Plt Kabid Kebudayaan, Suriadi SE, dan Penggiat Budaya Ditjenbud Kemendikbudristek Muksin Alatas SSi, menyebutkan, Pisang Sale adalah salah satu makanan olahan dari bahan baku Pisang Awak yang diawetkan dan dengan cara pengasapan.

Pisang Sale memiliki rasa manis, kenyal, dan lembut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved