Berita Banda Aceh

Kasus Rusaknya HP Jurnalis Serambi Saat Meliput Demo Berakhir Damai

"Tidak ada keinginan personel kami melakukan hal yang merusak barang milik wartawan, tidak ada maksud dan tujuan tertentu," kata Kapolresta

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
Istimewa
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyerahkan handphone baru kepada jurnalis Serambi Indonesia Indra Wijaya yang didampingi oleh Perwakilan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir, Kadiv Advokasi AJI Banda Aceh Rahmat Fajri, dan Perwakilan Bidang Advokasi PWI Aceh, Fauzul Husni, Selasa (13/9/2022) di Mapolresta setempat. 

"Tidak ada keinginan personel kami melakukan hal yang merusak barang milik wartawan, tidak ada maksud dan tujuan tertentu," kata Kapolresta


Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus dugaan perusakan handphone milik wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya oleh personel polisi saat meliput aksi demo kenaikan BBM oleh mahasiswa di halaman gedung DPRA akhirnya berakhir damai.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto bertemu dengan perwakilan Serambi Indonesia, AJI da PWI, Selasa (13/9/2022) di Mapolresta setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Kombes Pol Joko Krisdiyanto juga menyerahkan handphone baru kepada Indra Wijaya sebagai pengganti handphonenya yang rusak akibat peristiwa tersebut.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, kasus tersebut terjadi tanpa adanya unsur kesengajaan, karena terjadi di tengah keributan massa yang melakukan aksi di depan DPRA.

"Tidak ada keinginan personel kami melakukan hal yang merusak barang milik wartawan, tidak ada maksud dan tujuan tertentu," kata Kapolresta kemarin.

Baca juga: Anggota DPR RI Bantu Pasang Baru Listrik untuk 4.700 Warga di Delapan Kabupaten/Kota

Baca juga: VIDEO Mewahnya Kabin Bisnis Qatar Airways, Maskapai Terbaik di Dunia

Baca juga: Khawatir soal Jaminan Berpakaian Atlet Luar saat PON di Aceh 2024, Ini Pesan Sayed Muliady

Kapolresta mengaku di tengah kemelut hura-hura saat demo, anggota sering berlari-lari kesana-kemari melakukan pengamanan aksi.

Sehingga ada kemungkinan terjadi singgungan dengan rekan-rekan pers yang juga berada di lokasi.

Kapolresta juga mengingatkan rekan-rekan pers jika melakukan peliputan di tengah kondisi kerusuhan, harus mengenakan pengenal yang mudah ditandai oleh petugas.

Bahkan ia menyampaikan ide, jika dalam kondisi chaos, para pekerja pers bisa mengenakan rompi khusus.

“Terima kasih kepada rekan-rekan sudah berkunjung ke sini, kami mohon maaf atas kejadian insiden kemarin.

Dari anggota kami tidak maksud dan tujuan seperti kejadian itu, kalau dari pers kita pasti tahu lah,” ujar Kapolresta.

Kasus ini terjadi pada, Rabu (7/8). Selanjutnya, Kamis (8/9), sudah dimediasi oleh Kasat Reskrim Kompol M Ryan Citra Yudha bersama sejumlah jurnalis dan pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh di salah satu warung kopi di Banda Aceh.

Hasil mediasinya, personel polisi tersebut mengakui bahwa sempat bersinggungan dengan wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya hingga menyebabkan Hp-nya jatuh dan pecah LCD.
Mediasi yang berlangsung santai tersebut juga memperlihatkan dan mengumpulkan sejumlah bukti foto hingga rekaman CCTV saat kejadian itu berlangsung.

Akhirnya, dalam mediasi tersebut didapatkan satu kesepahaman bahwa peristiwa itu terjadi tanpa kesengajaan karena sedang dalam situasi rusuh.

Kedua pihak sepakat berdamai, dan ditutup dengan pertemuan bersama Kapolresta Banda Aceh.

Meski tanpa unsur kesengajaan, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto meminta maaf atas peristiwa yang mengakibatkan terjatuhnya Hp jurnalis Serambi Indonesia tersebut.

"Saya mohon maaf atas kejadian yang tidak diinginkan saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu yang menyebabkan terjatuhnya HP milik wartawan Serambi Indonesia," ujarnya.

Kombes Joko menyampaikan, media merupakan mitranya kepolisian yang selalu bekerjasama dengan Polresta Banda Aceh, diharapkan kebersamaan yang sudah terjalin selama ini terus berjalan baik.

Selain menyampaikan permohonan, Kapolresta Banda Aceh juga menggantikan Hp wartawan yang rusak tersebut, sehingga tetap semangat menjalankan aktivitasnya memberikan informasi kepada masyarakat.

"Hari ini kita gantikan HP milik wartawan Serambi, agar nantinya semangat lagi untuk meliput kembali," pungkas Kapolresta.

Sementara itu, Kadiv Advokasi AJI Banda Aceh Rahmat Fajri menyampaikan bahwa selama ini hubungan kemitraan antara media di Aceh dengan kepolisian sangat baik, sehingga diharapkan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi kedepannya.

Peristiwa ini, kata dia, juga menjadi pelajaran bagi teman-teman jurnalis saat meliput di lapangan, apalagi di tengah kondisi kericuhan harus dapat menjaga keselamatan sendiri. Serta harus menggunakan tanda pengenal (id card pers).

"Kita juga mengucapkan terima kasih kepada Polresta Banda Aceh yang telah menyelesaikan persoalan ini, sehingga selesai dengan cepat dan berjalan baik," katanya.

Sementara itu, Ketua Advokasi PWI yang diwakili Fauzul Husni juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Polresta yang bergerak cepat mencari titik temu terkait permasalahan ini.
"Terima kasih kepada Kapolresta atas gerakan cepat, semoga hubungan kemitraan ini terus berjalan baik, apalagi kita memang selalu bertemu di lapangan saat menjalankan tugas masing-masing," pungkas Fauzul.

Pertemuan itu dihadiri oleh Kasat Reskrim Kompol M Ryan Citra Yudha, Kasat Intel Kompol Suryo Sumantri Darmoyo, Perwakilan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir, Kadiv Advokasi AJI Banda Aceh Rahmat Fajri, dan Perwakilan Bidang Advokasi PWI, Fauzul Husni. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved