Breaking News:

Info Aceh Tengah

Bupati Aceh Tengah Menolak dan Kecewa PORA XIV Ditunda

Shabela berharap penundaan PORA tidak terjadi, karena merugikan Pemerintah Kabupaten dan Kota serta para atlet.

Penulis: Romadani | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abubakar, Kamis (15/9/2022) berharap penundaan PORA tidak terjadi, karena merugikan Pemerintah Kabupaten dan Kota serta para atlet. 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abubakar mengatakan menolak penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV tahun 2022 yang seyogyanya akan berlangsung di Kabupaten Pidie. 

Dalam dua hari terakhir, merebak informasi, Pemerintah Kabupaten Pidie meminta pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke XIV tahun 2022 yang direncanakan berlangsung November 2022 nanti ditunda hingga Juni tahun 2023 mendatang. 

"Wacana penundaan pun tidak tangung-tangung penundaan tersebut molor sampai 7 bulan, tepatnya hingga Juni tahun 2023 mendatang," kata Shabela. 

Diketahui, alasan penundaan tersebut karena terkendala anggaran yang tidak memadai serta keterlambatan penyiapan venue yang belum rampung hingga dengan saat ini.

Menanggapi wacana tersebut, Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abubakar, pada Rabu (14/9/2022) mengatakan, menolak penundaan pelaksanaan PORA XIV tahun 2022.

"Kita masih menunggu keputusan dari Penjabat (PJ) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, karena intinya yang dapat memutuskan penundaan pelaksanaan PORA ini adalah Gubenur Aceh," ujar Bupati Shabela Abubakar.

Bupati Shabela menambahkan, nantinya apabila penundaan tersebut tetap dilaksanakan, tentunya sangat berdampak langsung pada para atlet, dan juga berimbas bada kondisi keuangan kabupaten/kota.

Saat ini, kata dia, semua daerah rata-rata sedang mempersiapkan diri menuju digelarnya event Olahraga empat tahunan di Aceh tersebut.

"Sejauh ini para atlet Kabupaten Aceh Tengah telah mempersiapkan diri dan melakukan latihan yang intensif secara sungguh-sungguh dan terus menerus, jadi apabila PORA ditunda tentunya upaya ini menjadi sia-sia," tambahnya. 

Bupati Aceh Tengah mengatakan, sangat disayangkan serta mengecewakan atlet, pelatih, ataupun cabang olahraga yang sudah mempersiapkan diri sedari jauh-jauh hari.

"PORA ditunda ini, tidak hanya berdampak pada para atlet, tetapi juga berdampak pada anggaran daerah, secara otomatis ketika kita telah mengusulkan anggaran untuk persiapan PORA, entah itu untuk persiapan latihan, membeli peralatan, dan yang lain sebagainya, selanjutnya pelaksanaanya ditunda, tentunya ini sangat mengecewakan semua pihak," terangnya. 

Shabela Abubakar berharap penundaan PORA tidak terjadi, karena merugikan kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Aceh.

Menurutnya, semua daerah pastinya sedang melaksanakan pemusatan latihan atau training center (TC) dan juga persiapan lainnya untuk mematangkan diri, menuju pelaksanaan PORA yang sedari awal di rencanakan pada November 2022.

"Rasanya berat kalau nanti akan ditunda apa lagi hingga Juni 2023 mendatang," tutup Shabela.(*)

Baca juga: Tak Sepakat PORA 2022 Ditunda, KONI Aceh Utara: Dampaknya Aceh Rugi pada PON 2024

Baca juga: VIDEO Pj Bupati Pidie Minta Tunda PORA Bulan November 2022, Ini Kata Mualem

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved